nusabali

Selama Mei–22 Juni 2020, Basarnas Terima 18 Permintaan Evakuasi

Didominasi Pencarian Orang Dihantam Gelombang

  • www.nusabali.com-selama-mei-22-juni-2020-basarnas-terima-18-permintaan-evakuasi

MANGUPURA, NusaBali
Dalam rentang waktu Mei hingga 22 Juni 2020, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Denpasar telah menerima 18 permintaan penanganan orang dalam keadaan bahaya.

Dari belasan permintaan bantuan itu, didominasi pencarian korban dihantam gelombang saat beraktivitas di laut. Kepala Basarnas Denpasar I Gede Darmada, menerangkan dalam pencatatan periode awal Mei hingga 22 Juni 2020, sudah menerima 18 permintaan melakukan evakuasi, pencarian, dan penyelamatan orang dalam keadaan bahaya. Selama Mei, Basarnas menerima 11 permintaan. Sementara hingga Senin (22/6), menerima 7 permintaan penanganan.

“Kalau untuk permintaan penanganan itu bermacam-macam. Mulai dari pencarian kapal, pencairan orang hilang, penyelamatan orang terseret arus maupun orang/nelayan yang hilang dihantam ombak,” ujar Darmada, Senin (22/6) sore.

Permintaan pencarian orang yang dihantam ombak tercatat ada 10 permintaan, kemudian disusul permintaan pencarian dan evakuasi kapal ada 3, dan evakuasi orang jatuh ke sumur dan bak tercatat ada 3 permintaan. Sementara untuk permintaan evakuasi orang jatuh sebanyak 2 permintaan.

Dari belasan permintaan itu, sebagai besarnya sudah dapat ditangani. Namun, ada juga proses pencarian yang sama sekali tidak membuahkan hasil, seperti pencarian nelayan yang hilang saat melaut di perairan Water Blow, Nusa Dua, Kuta Selatan. Selain itu, ada juga laporan nelayan hilang dan orang terseret arus yang masih dilakukan pencarian yakni nelayan Jimbaran, Kutsel yang hilang pada Kamis (18/6) lalu, dan seorang pengunjung Pantai Berawa, Canggu, Kuta Utara.

Terkait banyaknya insiden yang terjadi di laut, Darmada mengingatkan agar masyarakat, nelayan maupun pelaku wisata bahari untuk selalu waspada dan berhati-hati saat beraktivitas di laut. Apalagi, kondisi perairan saat ini mengalami intensitas gelombang tinggi dan angin kencang. “Belakangan ini, cuaca memang tidak bersahabat. Masyarakat diharapkan mempertimbangkan untuk melakukan aktivitas di laut,” tutur Darmada. *dar

loading...

Komentar