nusabali

Kuluk Rabies Gigit 9 Warga di Mendoyo Dauh Tukad

  • www.nusabali.com-kuluk-rabies-gigit-9-warga-di-mendoyo-dauh-tukad

NEGARA, NusaBali
Kasus seekor anak anjing (kuluk) rabies ditemukan di Banjar Delod Bale Agung, Desa Mendoyo Dauh Tukad, Kecamatan Mendoyo, Jembrana.

Kuluk peliharaan berusia 3 bulan yang terkonfirmasi positif rabies pada Minggu (21/6) itu, sempat menggigit 9 warga dalam selang tiga hari pada Senin (15/6) hingga Rabu (17/6) lalu.

Dari 9 korban tersebut, 7 orang di antaranya merupakan pemilik beserta keluarganya. Mereka adalah I Putu Agus Eka Putra, 30, istrinya Ni Komang Ayu Mei Liarni, 29, anaknya, Ni Putu Kesya Refania yang berumur 10 bulan, adiknya, I Komang Udiana, 17, kakeknya, I Ketut Weter, 70, pamannya, I Kade Sunarma, 38, dan anak pamannya, I Kadek Rizki, 3. Sementara 2 korban lainnya, merupakan anak tetangganya, yakni I Putu Agus Eka Putra, 9, dan I Putu Krisna, 9.

Menurut I Putu Agus Eka Putra, Senin (22/6), kuluk peliharaannya itu mulai bergelagat aneh dan menggigit dirinya pada Senin (15/6) lalu. Kemudian secara berturut-turut hingga Rabu (17/6), kuluknya yang tampak semakin agresif itu, juga menggigit sejumlah anggota keluarganya, termasuk dua orang anak tetangganya. Melihat gelagat aneh tersebut, dirinya langsung melapor sekaligus berobat ke Puskesmas I Mendoyo, Rabu (17/6). “Kebetulan sebelum terlihat aneh, anjing saya itu juga sempat saya lihat berkelahi dengan anjing liar sekitar tiga minggu lalu,” kata Eka Putra.

Menerima laporan kasus gigitan anjing yang diteruskan pihak Puskesmas tersebut, Tim Medik Veteriner Kecamatan Mendoyo, Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, terjun melakukan pengecekan. Begitu mengetahui kuluk tersebut semakin beringas dan dicurigai rabies, akhirnya langsung dilakukan pengambilan sampel untuk diuji lab di Balai Besar Veteriner (BBVet) Denpasar. Sampel kuluk dikirim pada Jumat (19/6), dan hasilnya terkonfirmasi positif rabies pada Minggu (21/6).

“Hasilnya kami terima kemarin (Minggu) pagi, dan sore kemarin sudah dilakukan tindak lanjut pertama. Kemudian hari ini (senin kemarin), kami turun kembali melakukan vaksinasi. Kemudian dari Dinas Kesehatan juga sudah melakukan pelacakan korban-korban, dan memastikan semua sudah mendapat penanganan,” ujar Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan-Kesmavet) pada Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana drh I Wayan Widarsa, Senin kemarin.

Sesuai catatan di Bidang Keswan-Kesmavet Jembrana, kasus anjing rabies di Mendoyo Dauh Tukad itu tercatat menjadi kasus kedua di tahun 2020 ini. Sebelumnya, seekor anjing rabies ditemukan di desa setempat pada Februari lalu. Secara kumulatif dari Januari hingga 22 Juni 2020, sudah ada empat kasus anjing rabies. Dua kasus anjing rabies lainnya, masing-masing ditemukan di Kelurahan Sangkaragung, Kecamatan Jembrana pada Januari, dan di Desa Tuwed, Kecamatan Melaya pada Mei lalu.

“Kebetulan mulai hari ini (Senin kemarin) sampai sepekan ke depan, kami jadwalkan vaksinasi massal di Desa Mendoyo Dauh Tukad. Karena sebelumnya juga sudah ada kasus anjing rabies di desa setempat,” ucap Widarsa yang juga melaksanakan eliminasi terbatas dan pengambilan sampel 2 ekor anjing di lingkungan sekitar. Sampel tersebut sebagai sampel kedua pasca ditemukannya kasus anjing rabies terbaru di Desa Mendoyo Dauh Tukad itu. *ode

loading...

Komentar