nusabali

Paket Sembako untuk Seniman Lingsir dan Pekerja Kreatif Terdampak Covid-19

  • www.nusabali.com-paket-sembako-untuk-seniman-lingsir-dan-pekerja-kreatif-terdampak-covid-19

DENPASAR, NusaBali
Yayasan Penggak Men Mersi menyalurkan sebanyak 80 paket sembako kepada seniman ‘lingsir’ (lansia) dan pekerja kreatif.

Puluhan paket sembako ini disalurkan secara langsung di Yayasan Penggak Men Mersi, Kesiman, Denpasar Timur, Jumat (22/5). Dari 80 paket yang diberikan, Yayasan Penggak Men Mersi membagikannya kepada seniman yang sudah lansia sebanyak 40 persen. Sisanya diberikan para kreator baik muda dan dewasa, serta para penulis budaya. Adapun sembako seharga Rp 250 ribu per paket terdiri dari beras 10 kg, minyak goreng, gula, telor, dan teh. “Porsi lebih banyak kami berikan adalah seniman yang sudah lansia, karena kami pikir di tengah menghadapi Covid-19 ini, ada seniman yang memang tidak punya pekerjaan lain, selain seni,” ungkap Kelian Penggak Men Mersi, Kadek Wahyudita, di sela penyerahan sembako.

Selain membagikan paket sembako di Rumah Budaya Penggak Mersi, rencananya sejumlah paket sembako juga akan dibarikan langsung ke rumah seniman di beberapa daerah yang saat ini sedang sakit sehingga tidak bisa keluar rumah bekerja. Beberapa rumah seniman yang akan disasar yakni berada di daerah Tabanan dan Buleleng. “Untuk yang di Tabanan dan Buleleng rencananya besok (hari ini, red) kami akan langsung datang ke rumahnya. Yang di Buleleng kami kerjasama dengan Komunitas Mahima untuk penyalurannya,” jelasnya.

Salah satu seniman arja asal Sesetan, Wayan Sudiarta, 62, berterima kasih atas bantuan sembako yang diberikan. Dia mengaku selama Covid-19 ini tidak ada pendapatan sama sekali. Selain menjadi seniman, Sudiarta sesekali mengambil kerjaan lepas di bidang pariwisata. Saat ini pariwisata Bali pun sedang morat marit. “Tiang seniman arja. Setelah Covid-19 ini datang, semua vakum, tidak ada yang bisa dikerjakan. Mudah-mudahan Covid-19 ini segera berakhir,” harapnya.

Pria yang kerap memerankan penasar di seni pertunjukkan arja ini berharap pemerintah memberi perhatian kepada seniman di saat-saat sulit selama masa pandemi ini, agar para seniman tetap bisa bertahan hidup dan menghidupi keluarganya. “Semasih ada Corona, kalau bisa agar diperhatikanlah oleh pemerintah. Setidaknya agar masih bisa melanjutkan hidup,” harap pria yang sudah menggeluti seni selama 30 tahun ini. *ind

loading...

Komentar