nusabali

Positif Corona di Bali 124 Kasus, 21 di Antaranya Transmisi Lokal

Sudah 9.647 PMI Asal Bali Pulang dari Luar Negeri

  • www.nusabali.com-positif-corona-di-bali-124-kasus-21-di-antaranya-transmisi-lokal

DENPASAR, NusaBali
Kasus positif Covid-19 (virus Corona) di Bali terus mengalami lonjakan. Hingga Jumat (17/4), total kumulatif pasien positif tembus 124 kasus, 21 orang di antaranya merupakan transmisi lokal (tertular di Bali).

Sedangkan pasien positif Covid-19 di Bali yang berhasil sembuh, bertambah jadi 36 orang. Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra, melaporkan dalam sehari kemarin, terjadi penambahan 11 kasus positif di Bali. Mereka terdiri dari 8 orang pekerja migran Indonesia (PMI) asal Bali yang baru pulang dari luar negeri, 2 orang kasus transmisi lokal, dan 1 orang dari daerah terjangkit di luar Bali.

Walhasil, total kumulatif pasien positif Covid-19 di Bali sejak awal hingga Jumat kemarin menjadi 124 kasus, 36 orang di antaranya berhasil sembuh, dan 2 orang meninggal. Jumat kemarin, terdapat tambahan 4 pasien positif yang berhasil sembuh. Sementara total pasien positif Covid-19 yang masih dalam perawatan sebanyak 86 orang.

Menurut Dewa Indra, dari 124 kasus positif, 8 orang di antaranya merupakan WNA. Terdapat tambahan 1 WNA positif Covid-19, yakni seorang pilot sebuah maskapai penerbangan. Dalam laporan sebelumnya, pilot ini masih dalam status investigasi. Namun, pilot ini sudah kembali ke negaranya.

Sedangkan pasien positif sisanya sebanyak 116 orang, meupakan WNI. Rinciannya, 81 orang kasus imported case (77 orang PMI dan 4 orang non PMI yang sempat bertugas atau berkunjung ke luar negeri), 14 orang terinfeksi dari daerah terjangkit di luar Bali, dan 21 kasus transmisi lokal.

“Kemarin (Kamis) saya melaporkan ada 5 orang yang masih dalam proses investigasi. Satu di antaranya merupakan pilot WNA yang sudah pulang ke negaranya. Sedangkan 4 orang lainnya, masing-masing 1 PMI yang punya riwayat perjalanan ke luar negeri dan 3 orang lagi kasus transmisi lokal,” ujar Dewa Indra melalui siaran live streaming di akun Youtube Humas Provinsi Bali, Jumat petang.

Sekda Provinsi Bali ini menegaskan, kasus transmisi lokal pun bertambah menjadi 21 orang, setelah semua yang sebelumnya dalam status investigasi terungkap. Untuk kasus transmisi lokal, ada yang terinfeksi dari PMI yang tengah dirawat, ada yang ditulari pasien positif dengan riwayat terjangkit di luar daerah Bali, ada lagi yang terjangkit dari WNA.

“Untuk kasus transmisi lokal, ada yang terinfeksi dari pasien dengan riwayat perjalanan dari daerah terjangkit di luar Bali. Misalnya, seorang ASN di Jembrana yang melakukan tugas ke Jakarta, tidak tahu kalau terinfeksi. Lalu pulang, dan akhirnya istrinya terinfeksi. Ada juga PNS Pemprov Bali yang tugas ke luar daerah, lalu pulang dan anaknya yang terinfeksi,” beber Dewa Indra. “Ada juga yang terinfeksi di rumah sakit, yakni 2 tenaga medis kita terinfeksi karena menangani pasien Covid-19,” lanjut birokrat asal Desa Pemaron, Kecamatan Buleleng ini.

Sementara itu, jumlah PMI asal Bali yang sudah pulang dari luar negeri sejak 22 Maret 2020 lalu, sudah mencapai 9.647 orang. Menurut Dewa Indra, jumlah ini diyakini akan terus bertambah, karena masih ada pekerja migran yang pulang baik melalui Bandara Internasional Ngurah Rai Tuban (Kecamatan Kuta, Badung) maupun Pelabuhan Benoa (Denpasar Selatan). Sebagai informasi, akan ada 4 kapal pesiar yang angkut pekerja migran datang menurunkan PMI di Benoa.

Mengenai perkiraan jumlah pekerja migran yang akan pulang, menurut Dewa Indra, masih sulit diidentifikasi mengingat mereka berangkat dengan melamar langsung pada agen-agen yang mau mengirimnya ke kapal pesiar. Pemerintah tidak memiliki data yang pasti soal ini.

“Ini tentu menjadi pelajaran ke depan untuk mengatur mekanisme, agar agen-agen yang mengirim tenaga kerja ke kapal pesiar melaporkan berapa jumlah, siapa, dan dari mana saja, sehingga kita punya data,” tegas mantan Kepala BPBD Provinsi Bali ini.

Yang jelas, bertambahnya jalur kepulangan PMI asal Bali yakni Bandara Internasonal Ngurah Rai dan Pelabuhan Benoa, membuat GTPP Covid-19 Provinsi Bali harus melakukan antisipasi dengan lebih ketat. Pekerja migran yang pulang lewat Pelabuhan Benoa juga di-rapid test dan karantinanya akan disesuaikan dengan kesepakatan Pemprov Bali dan Pemkab/Pemkot se-Bali.

“Strategi yang kita lakukan adalah menguatkan proses screening dan pemeriksaan di pintu masuk negara. Penyempurnaan pemeriksaan terus kita lakukan. Jika sebelumnya pintu masuk kita adalah Bandara Ngurah Rai, dalam 4 hari sejak kemarin kami juga melakukan screening terhadap PMI yang baru pulang di Pelabuhan Benoa. Ini adalah amanah dari pemerintah pusat melalui Gugus Tugas Nasional agar Provinsi Bali memfasilitasi kepulangan para pekerja migran di Pelabuhan Benoa,” terang Dewa Indra.

Untuk penanganan PMI dari Bali, sesuai kesepakatan, untuk pasien positif merupakan ranah Pemprov Bali, sementara pasien dengan hasil tes negatif akan diserahkan kepada Pemkab/Pemkot daerah asalnya untuk proses karantina. Sedangkan untuk pekerja migran yang berasal dari luar Bali, Gugus Tugas Nasional telah memerintahkan BP3TKI (Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia) bersama agen penyaluran tenaga kapal pesiar untuk memfasilitasi kepu-langan ke kampung halamannya.

“Kami mengupayakan PMI dari luar Bali yang turun di Pelabuhan Benoa, mengikuti proses pemeriksaan yang ketat. Segera setelah ini, mereka secepat mungkin pulang ke kampung halamannya. Jika pada hari itu mereka mendapatkan tiket pesawat, akan langsung diberangkatkan,” katanya. “Jika belum ada jadwal penerbangan ke daerah asalnya, kami upayakan paling lambat besoknya sudah terkirim. Jadi, tidak akan ada PMI luar Bali yang lama-lama tinggal di Bali. Ini sudah menjadi komitmen antara Gubernur Bali dengan Gugus Tugas Nasional.” *ind

Komentar