nusabali

Dua Pekan, Imigrasi Catat Wisatawan Masuk Bali 114 Ribu

Australia Terbanyak, Disusul Amerika Serikat, dan Rusia

  • www.nusabali.com-dua-pekan-imigrasi-catat-wisatawan-masuk-bali-114-ribu

MANGUPURA, NusaBali
Selama dua pekan pertama dalam bulan Maret 2020 ini, petugas Imigrasi mencatat wisatawan yang masuk ke Bali capai 114.104 orang.

Total tersebut berasal dari berbagai negara dan masuk melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Tuban, Kecamatan Kuta, Badung dan Pelabuhan Benoa, Denpasar. Sementara untuk negara penyumbang wisatawan terbanyak berasal dari Australia, Amerika Serikat dan Rusia.

Humas Kanwil Kemenkum HAM Provinsi Bali, I Putu Surya Dharma menerangkan, pencatatan terhadap wisatawan mancanegara dalam 12 hari pertama pada bulan Maret ini mencapai 114.104 wisatawan. Wisatawan ini pun datang melalui Bandara Ngurah Rai dan Pelabuhan Benoa.

Dalam catatan, bahwa yang masuk melalui Bandara Ngurah Rai dan terdata di TPI Imigrasi Ngurah Rai sebanyak 113.079 wisatawan. Sementara melalui Pelabuhan Benoa dan langsung tercatat melalui TPI Benoa sebanyak 1.025 orang. "Ini catatan kita melalui kantor Imigrasi TPI Ngurah Rai dan TPI Benoa. Sementara untuk TPI Celukan Bawang dan TPI Padangbai ngak ada," terangnya, Jumat (13/3) siang.

Menurut Surya Dharma, untuk wisatawan terbanyak dari Negara Australia yang mencapai 30.039 dengan rincian tercatat melalui TPI Ngurah Rai sebanyak 29.883 orang dan TPI Benoa sebanyak 156 orang. Terbanyak kedua, Amerika Serikat yang tercatat mencapai 7.295 wisatawan masing-masing tercatat melalui TPI Ngurah Rai sebanyak 6.739 dan TPI Benoa sebanyak 556 wisatawan. Terbanyak ketiga ada wisatawan Rusia sebanyak 6.789 yang semuanya tercatat melalui TPI Ngurah Rai. "Total ketiga negara ini yang tertinggi wisatawan masuk ke Bali saat ini. Catatan ini berdasarkan data pencatatan melalui Imigrasi dari 165 negara yang masuk Bali," rincinya.

Di tengah isu Covid-19 atau virus Corona, banyak wisatawan dari berbagai penjuru dunia mengurungkan niatnya untuk berlibur ke Bali dengan berbagai pertimbangan. Bahkan, beberapa negara juga masuk dalam daftar larang mulai dari China sejak 5 Februari lalu dan tiga negara lain yakni Korea Selatan, Iran, dan Italia sejak 8 Maret 2020. Sehingga hal ini menjadi salah satu faktor menurunnya kunjungan wisatawan. "Rangkuman wisatawan yang ada saat ini memang sudah berhasil masuk Bali karena telah melewati berbagai pemeriksaan di bandara dan tidak memiliki riwayat perjalanan ke sejumlah daerah terdampak," tuturnya.*dar

loading...

Komentar