nusabali

11 Orang dari Satu Keluarga Keracunan Lawar

  • www.nusabali.com-11-orang-dari-satu-keluarga-keracunan-lawar

Keracunan massal terjadi di Tempek Pangkung Telepus, Banjar Munduk Anggrek, Desa Yehembang Kauh, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Rabu (11/11) malam. 

“Tadi (kemarin) kami juga sudah sempat meminta keterangan dari para korban, termasuk yang membuat hidangan untuk disantap (Ni Nyoman Kersih dan Ni Ketut Riati, Red). Untuk memastikan penyebab keracunan, kami tunggu hasil uji laboratorium,” ungkap Muliadnyana saat dikonfirmasi NusaBali, Kamis kemarin.

Sementara itu, korban keracunan yang notabene sang tuan rumah pesta lawar, Wayan Supriana, hingga Kamis sore masih dirawat intensif di Sal Flamboyan RSUD Negara. Saat NusaBali membesuknya ke RSUD Negara, korban Supriana ditunggui salah satu kakak perempuannya, Ni Ketut Witri, 52.

Menurut kesaksian Ketut Witri, memang sempat ada pesta lawar di rumah adiknya, Supriana, Rabu sore terkait upacara ngodalin Palinggih Penunggun Karang. Mereka yang ikut pesta lawar dan keracunan sebagian besar masih keluarga. Termasuk di antaranya Ni Made Korsi Artini dan Ni Komang Piori.

Made Korsi Artini merupakan istri dari Wayan Supriana, sementara Komang Piori yang baru berusia 10 tahun adalah keponakan korban. “Adik saya ini (Supriana) harus menjalani rawat inap di rumah sakit. Tapi, sekarang kondisinya sudah mulai membaik. Kata dokter, tinggal butuh istirahat saja,” jelas Ketut Witri sembari mengaku sore itu dirinya tidak ikut pesta lawar.

“Kalau istrinya (Made Korsi Artini) dan keluarga lainnya yang ikut keracunan, sudah duluan bisa pulang dari Puskesmas. Cuma, mereka juga masih agak lemas. Tapi, kondisi mereka tidak separah adik saya ini,” lanjut perempuan berusia 52 tahun ini sembari menunjuk pasien wayan Supriana, yang terbaring lemas di RSUD Negara, Kamis sore. 

Komentar