nusabali

Pantai Klecung Suguhkan Wisata Majukungan dan Yoga

  • www.nusabali.com-pantai-klecung-suguhkan-wisata-majukungan-dan-yoga

Objek wisata Pantai Klecung di Desa Tegal Mengkeb, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan, terus dibenahi.

TABANAN, NusaBali

Wisata yoga dan majukungan tradisional di Pantai Klecung yang telah lama ada, dibenahi dan diberdayakan untuk menarik wisatawan.

Perbekel Desa Tegal Mengkeb Dewa Made Widarma, mengatakan gagasan kembali wisata turun temurun itu dari desa kemudian dikelola oleh Badan Pariwisata Desa (BPD). “Sebenarnya wisata ini sudah ada sejak tahun 2017, namun kembali kita geliatkan,” ujarnya, Minggu (16/2).

Kata dia jalan menuju ke Pantai Klecung saat ini telah baik. Sebelumnya memang rusak, namun sudah diperbaiki. Di samping itu sebelumnya Pantai Klecung sudah dikenal oleh wisatawan utamanya wisatawan manca negara (wisman) sebab wisman sering melakukan kegiatan yoga di pantai tersebut. “Apalagi Pantai Klecung juga sebagai lokasi untuk bermain ATV,” imbuhnya.

Untuk wisata yoga akan diselenggarakan setiap hari Minggu dengan instruktur yang sudah siap dari desa. Kemudian untuk wisata majukungan tradisional kini telah siap 14 jukung milik nelayan. Selain itu pengelola vila yang ada di dekat pantai juga menyediakan sopir dan jukung tradisional. Wisatawan majukungan sepanjang aliran Tukad Yeh Ho dengan tarif bervariasi. Untuk wisman Rp 50 ribu dan wisatawan lokal Rp 10 ribu per orang. “Mereka bisa majukungan sepuasnya,” ucap Widarma.

Selama ini, menurut Widarma, kunjungan wisatawan lokal maupun manca negara mencapai 200 orang per hari. Di samping itu vila terdekat juga berperan aktif ikut membersihkan pantai.

Widarma menambahkan, di Desa Tegal Mengkeb sudah tersedia 5 buah homestay milik masyarakat. Jika ingin berlama-lama tinggal di Desa Tegal Mengkeb bisa menginap di homestay. Apalagi selain pantai, Desa Tegal Mengkeb juga memiliki panorama pemandangan sawah yang terluas di Bali.

Diakui Widarma untuk mendukung pengembangan wisata itu, masyarakat akan menjual makanan khas desa di sepanjang pantai. Seperti kelepon, nasi sela, belut, dan makanan laut hasil tangkapan nelayan. “Untuk saat ini masuk ke pantai belum bayar,” tandas Widarma. *des

loading...

Komentar