nusabali

China Sambangi Perkebunan Buah Naga Bulian

  • www.nusabali.com-china-sambangi-perkebunan-buah-naga-bulian

Tim dari China melakukan monitoring langsung perkebunan buah naga, sekaligus menilai kelayakan bisa masuk ke negeri Tirai Bambu.

SINGARAJA, NusaBali

Persiapan ekspor buah naga hasil perkebunan Buleleng kembali mendapatkan peninjauan dari tim karantina China. Tim yang terdiri dari dua orang ahli hama itu kembali mendatangi kebun buah naga milik I Wayan Kantra, 56, warga Desa Bulian, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng pada , Sabtu (18/1/2020), untuk kedua kalinya. Meski belum mendapat kepastian, dari hasil peninjauan kebun milik I Wayan Kantra dinyatakan layak.

Tim karantina China yang didampingi penerjemahnya langsung dijamu oleh staf Kementerian, Dinas Pertanian Provinsi Bali, karantina buah dari Denpasar dan Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng. Dua orang ahli asal China itu pun langsung menelisik kebun buah naga milik I Wayan Kantra seluas 14 hektare dengan sangat teliti. Bahkan mereka juga meminta sampel buah untuk diperiksa kelayakannya dari serangan hama.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng, I Made Sumiarta, usai mendapatkan arahan utusan karantina China untuk saat ini belum memberikan kepastian apakah mereka nanti jadi melakukan kerjasama dan mengekspor buah naga dari Buleleng atau tidak. Hanya saja dari hasil peninjauan secara garis besar, tim China meengapresiasi sistem perkebunan yang menggunakan pupuk organik dan bersih dari hama kutu putih yang sangat dijauhi China.

“Kesan mereka sudah oke dari segi pembudidayaan, mudah-mudahan ini menjadi kunjungan terakhir. Harapan kita nanti dari pihak karantina China bisa memberikan rekomendasi di China terkait dengan penanganan eksportir produk buah naga yang ada di sini,” ujar Sumiarta.

Dirinya pun mengaku masih optimis terkait peluang deal ekspor buah naga ke China, mengingat kebutuhan mereka akan buah berwarna terang ini sangat banyak. Di sisi lain Sumiarta juga tak menampik pemerintah China sangat selektif untuk memilih pemasok buah luar negeri. Terutama pada serangan hama yang dibawa buah dari luar negara mereka.

Namun Sumiarta juga berbesar hati karena kebun buah naga milik I Wayan Kantra merupakan budidyaa organik yang menjadi kelebihan produksi buah naga dari daerah lainnya di Indonesia. Keberadaan lahan buah naga di Buleleng sejauh ini memang masih dikembangkan secara pribadi. Selain lahan besar milik I Wayan Kantra, lahan buah naga organik juga ada yang dikembangkan di Desa Kalisada, Kecamatan Seririt, Buleleng. hanya saja jumlahnya belum banyak sekitar 4 hektare.

Sementara itu petani buah naga I Wayan Kantra mengaku sudah siap untuk memasok buah naga ke China dengan 14 hektare lahan buah naga yang dibudidayakan sejak tahun 2011. Sejauh ini lahan buah naga milik Kantra menghasilkan rata-rata 700 ton per tahun. Seluruh proses budidayanya pun dilakukan dengan organik. Dia hanya menggunakan penyiraman disertai pupuk kandang pada tanaman buah naga varietas mawarnya.

“Kami di sini pakai organik semua, lebih murah memang dari segi operasional tetapi pemeliharaannya yang harus lebih telaten membersihkan gulma rumput. Kalau hama paling semut saja belum pernah sampai kutu putih yang dikhawatirkan itu,” ucap Kantra.

Dirinya juga mengaku siap jika rencana kerjasama ekspor buah naga ke China benar-benar terjadi. Hanya saja secara teknis harus dibicarakann lebih jelas, karena buah naga dari kebunnya dengan proses budidaya organik untuk mendapatkan kualitas super hanya dapat dipanen lima kali dalam seminggu. “Organik ini kalahnya buah cepat matang, jadi harus diatur teknik pengiriman dan harganya juga,” jelas dia.

Kantra sebagai petani buah naga selama ini memasarkan produknya di lokal Bali hingga Lombok. Namun harga buah naga di pasaran sering tidak stabil dengan persaingan produk buah naga non organik dari daerah lainnya. “Ini kadang yang menjatuhkan, produk dari Jawa terutama, kalau lagi mahal bisa laku Rp 24 ribu per kilogram, kalau lagi banyak bisa hanya Rp 4 ribu,” ungkap dia. Dengan rencana ekspor buah ke China ini pun dia berharap banyak bisa mendapatkan harga jual yang stabil dan lebih menjanjikan.*k23

loading...

Komentar