nusabali

Pilkel Serentak Karangasem, 14 Incumbent Keok

Menang, Ketua Forum Perbekel Akui Berat Hadapi New Comer

  • www.nusabali.com-pilkel-serentak-karangasem-14-incumbent-keok

Bahkan Ketua Forum Perbekel Karangasem, I Gede Partadana, incumbent dari Desa Bebandem, Kecamatan Bebandem jabatannya nyaris melayang.

AMLAPURA, NusaBali

Pemilihan Perbekel (Pilkel) serentak di Karangasem, Minggu (24/11), hasilnya cukup mengagetkan. Tercatat 14 dari 21 calon perbekel incumbent yang maju lagi dalam Pilkel kali ini terkapar alias dikalahkan pendatang baru (new comer). Bahkan Ketua Forum Perbekel Karangasem, I Gede Partadana, calon incumbent dari Desa Bebandem, Kecamatan Bebandem jabatannya nyaris melayang.

Partadana menang cukup tipis atau mendapat perlawanan sengit dari kandidat pesaingnya new comer, I Ketut Sujana. Tersiar kabar jika sengitnya perlawanan Ketut Sujana atas incumbent Gede Partadana, karena di belakangnya atau tim suksesnya ada tokoh politik yang kuat.

Namun hasil akhir incumbent, I Gede Partadana, membukukan kemenangan. Dia meraih 3.611 suara dan menang di 11 TPS dari 17 TPS dengan keunggulan 60,9 persen, sehingga berhak atas jabatannya untuk periode ketiga masa bhakti enam tahun 2019-2025. Sedangkan lawannya I Ketut Sujana membukukan 2.233 suara atau 37,7 persen, hanya menang di enam TPS.

Pantauan NusaBali dari hasil rekap sementara di Kecamatan Bebandem diikuti tiga desa, yakni Bhuana Giri, Budakeling, dan Bungaya. Perbekel incumbent di tiga desa itu harus mengakui keunggulan pendatang baru. Incumbent di Pilkel Bhuana Giri, I Wayan Mudu hanya memperoleh 1.008 suara, dikalahkan penantangnya I Nengah Diarsa yang mendapat 2.793 suara.

Di Budakeling, incumbent I Made Sudarsana hanya raih 443 suara dikalahkan new comer Ida Nyoman Adi Permana dengan perolehan 726 suara. Di Bungaya, incumbent I Komang Suarda yang memperoleh suara 529 kalah dari I Made Putra Darmayasa dengan 1.876 suara.

Lalu di Kecamatan Selat tiga calon incumbent juga keok, yakni Desa Duda Utara, I Wayan Darmadi (incumbent) raih 474 suara dikalahkan I Wayan Suarman dengan 2.081 suara.

Di Desa Selat, incumbent I Gusti Lanang Adiartha (501 suara) dikalahkan I Gusti Ngurah Oka (774 suara) dan di Desa Muncan incumbent I Gusti Lanang Ngurah (1.676 suara) kalah dari new comer I Wayan Tunas (2.229 suara).

Untuk Kecamatan Rendang dua incumbent harus akui kemenangan new comer, yakni di Desa Rendang incumbent I Wayan Nujati (1.829 suara) dikalahkan I Nengah Kariasa (2.140 suara) dan di Desa Pesaban new comer I Gede Widiasa (428 suara) menang atas incumbent I Dewa Ketut Sarjana (200 suara).

Di Kecamatan Manggis, dua incumbent terjungkal, yaitu di Desa Tenganan pendatang baru I Ketut Sudiastika (1.683 suara) kalahkan incumbent I Putu Yudiana (703 suara) dan di Desa Ulakan I Ketut Sumendra (1.365 suara) kalahkan incumbent I Nengah Dipta (247 suara).

Untuk Kecamatan Abang, di Pilkel Tribuana, incumbent I Made Pasek (983 suara) keok dari pesaingnya I Nyoman Kerti yang raih 1.579 suara. Di Kecamatan Sidemen, Pilkel Telagatawang juga dimenangkan new comer, yakni I Komang Muja Arsana (1.298 suara) dengan menyingkirkan incumbent I Nyoman Sukarma(589 suara).

Sementara di Kecamatan Kubu, Pilkel Ban dimenangkan I Gede Tamu Sugiantara (3.339 suara) kalahkan I Wayan Potag (incumbent) dengan hanya raih 1.027 suara. Terakhir di Pilkel Tulamben incumbent I Nyoman Ardika (2.005 suara) harus akui kemenangan I Nyoman Pica yang meraih 2.688 suara.

Sementara dari 21 calon incumbent yang tarung lagi, hanya 7 incumbent saja yang kembali raih singgasananya. Mereka, yakni I Wayan Patra Suarsa dengan 1.606 suara di Pilkel Seraya Barat (Kecamatan Karangasem), I Gede Partadana dengan 3.624 suara di Pilkel Bebandem (Kecamatan Bebandem), I Made Beru Suryawan dengan 3.589 suara di Pilkel Sibetan (Kecamatan Bebandem), I Wayan Bawa dengan 2.240 suara di Pilkel Peringsari (Kecamatan Selat), I Wayan Daging dengan 2.650 suara di Pilkel Nongan (Kecamatan Rendang), I Wayan Benya dengan 2.821 suara di Pilkel Besakih (Kecamatan Rendang) dan I Made Suparwata dengan 2.662 suara di Pilkel Bunutan (Kecamatan Abang).

Menanggapi banyak incumbent yang tumbang Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Karangasem, I Nengah Mindra, mengaku heran. "Saya heran, atas banyaknya incumbent bertumbangan di Pilkel 2019, sentimen apa yang terjadi kepada incumbent ya," kata Nengah Mindra.

Sementara Camat Kubu, Nyoman Suratika, menduga banyak incumbent belum menuntaskan program pembangunan fisik, sehingga itu yang digunakan senjata bagi para kandidat pendatang baru untuk digunakan meyakinkan masyarakat agar tidak memilih incumbent. "Bisa jadi, banyak incumbent belum menuntaskan pembangunan fisik, sebelumnya incumbent janji dengan masyarakat tetapi belum terlaksana, sehingga menyebabkan tumbang di pilkel," katanya.

Ketua Forum Perbekel Karangasem, I Gede Partadana mengakui menghadapi Pilkel Desa Bebandem 2019 cukup berat. "Taruhan saya bukan saja jabatan Perbekel Bebandem, juga jabatan Ketua Forum Perbekel Karangasem. Sebab, banyak Ketua Forum Perbekel di Bali yang tumbang," katanya.

Pilkel serentak digelar di 21 desa se Karangasem. Pilkel serentak ini dilaksanakan mengacu UU No 06 tahun 2014 tentang Pemerintahan Desa, dan Perda Nomor 12 tahun 2015. Sebanyak 21 jabatan perbekel yang diperebutkan di pilkel serentak ini, yakni Selat, Muncan, Peringsari, Duda Utara, Seraya Barat, Rendang, Nongan, Besakih, Pesaban, Telaga Tawang, Bebandem, Bungaya, Sibetan, Budakeling, Bhuana Giri, Bunutan, Tribuana, Ulakan, Tenganan, Tulamben, dan Ban. *k16

loading...

Komentar