nusabali

Hindari Kesurupan, SKB Banjarangkan Gelar Macaru Abrumbunan

  • www.nusabali.com-hindari-kesurupan-skb-banjarangkan-gelar-macaru-abrumbunan

Di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), Desa Tusan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, kerap terjadi pelajar kesurupan saat mengikuti kegiatan.

SEMARAPURA, NusaBali

Guna mencegah kejadian itu terulang, pihak SKB menggelar upacara Pacaruan Abrumbunan pada Buda Wage Langkir, Rabu (7/8) pagi.

Seperti diketahui, tahun 2018, di SKB ini sejumlah peserta Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) 17 Agustus, kesurupan saat menjalani masa karantina di SKB. Prosesi pacaruan dihadiri Wakil Bupati Klungkung I Made Kasta. Kata dia, upacara ini untuk menetralisir arel sekitar dari gangguan makhluk astral. Upacara ini digelar menjelang dimulainya Karantina Paskibra Klungkung tahun 2019, mulai Jumat (9/8) pukul 09.00 Wita.

Aura magis sempat terasa menjelang prosesi pacaruan itu. Salah seorang pegawai SKB mengalami kesurupan di sebelah barat gedung yang dipergunakan sebagai tempat pertemuan dan kelas belajar. Dalam kondisi kesurupan, pegawai tersebut terlihat seperti menyembah-nyembah dan berlari ke arah Pura Padmasana SKB.

Menurut Wabup Kasta yang juga seorang penekun spiritual ini menilai, aksi kesurupan ini diduga karena banyak bangunan atau tempat di lokasi ini tidak sesuai konsep Asta Kosala Kosali. Maka untuk menghindari terulang kembali kesurupan itu, maka perlu diadakan Pacaruan dan Prayascita di semua ruangan. “Mudah-mudahan dengan digelarnya ritual ini tidak ada lagi gangguan-gangguan nirtampak,” ujar Wabup Kasta.

Wakil Bupati asal Desa Akah ini juga meninjau kondisi bangunan PKB. Dia menemukan atap gedung aula SKB rusak. Sejumlah genteng di bagian timur bergeser hingga membuat celah bocor. Kondisi ini dikhawatirkan mengganggu aktivitas, terlebih dalam waktu dekat akan digunakan untuk kelas belajar karantina Paskibra.

Kasubag TU SKB Banjarangkan Nengah Sukarsi menyebutkan kerusakan tersebut semakin parah sejak setahun terakhir. Dia mengaku sudah menginventarisir dan melaporkan ke Dinas Pendidikan untuk mendapat perbaikan. “Rusaknya semakin parah sejak tahun 2018,” sebutnya.

Kabid PAUD dan Pendidikan Non Formal Dinas Pendidikan Wayan Sarjana menyebutkan ada beberapa bangunan utama di SKB Banjarangkan harus segera direhab. Untuk gedung aula, tahun 2019 ini dianggaran Rp 100 juta dari APBD 2019 untuk rehab ringan. *wan

loading...

Komentar