nusabali

Lontar Negara Kertagama Tertua di Karangasem

  • www.nusabali.com-lontar-negara-kertagama-tertua-di-karangasem

Lontar karangan Mpu Prapanca ini ditemukan ilmuwan Belanda Dr JLA Brandes pada tahun 1894.

AMLAPURA, NusaBali

Lontar Negara Kertagama merupakan lontar tertua dan satu-satunya di Karangasem. Lontar tersebut diusulkan jadi Benda Cagar Budaya Nasional. Terkait usulan itu, tim dari Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melakukan verifikasi ke Geria Pidada, Jalan Patih Jelantik, Amlapura, Senin (22/7). Tim verifikasi mengecek keutuhan Lontar Negara Kertagama karangan Mpu Prapanca tersebut.

Tim dari Kemendikbud yang dikoordinasikan Dita Darfiyanti menemui Ida Pedanda Gede Punia Pidada sebagai pewaris Lontar Negara Kertagama. Dita Darfiyanti didampingi tim anggota Nunus Supardi anggota dan Rizky Ernandi, pegawai Dinas Kebudayaan Bali Ida Bagus Rai, dan Kepala Dinas Kebudayaan Karangasem I Putu Arnawa. Ida Pedanda Gede Punia Pidada kemudian nedunang (mengeluarkan) dan membaca isi lontar Negara Kertagama itu. Menurut Ida Pedanda Gede Punia Pidada, lontar itu berupa kakawin yang juga disebut kakawin Desawarnana.

Dielaskan, lontar Negara Kertagama merupakan kakawin Jawa kuno karya Mpu Prapanca yang ditulis pada tahun 1365. Disalin dengan aksara Bali pada Saka 1662, tepatnya 20 Oktober 1740. “Lontar ini ditemukan ilmuwan Belanda, Dr JLA Brandes pada tahun 1894,” ungkap Ida Pedanda Gede Punia Pidada. Kakawin itu menguraikan tentang pemerintahan Raja Majapahit Hayam Wuruk tahun 1350-1389. Tiap kakawin terdiri dari 4 baris atau pada, tiap baris terdiri dari 24 suku kata (matra), total ada 98 pupuh. Isi pupuh di antaranya 7 pupuh tentang raja dan keluarganya, 9 pupuh tentang kota dan wilayahnya, 23 pupuh tentang perjalanan keliling Lumajang, 10 pupuh tentang silsilah Raja Majapahit, 10 pupuh tentang raja berburu ke hutan, dan sebagainya.

Dita Darfiyanti dan tim rencananya menyidangkan lontar Negara Kertagama ini di Jakarta pada tanggal 25-26 Juli ini. Menurutnya, di Karangasem telah terbentuk Tim Ahli Cagar Budaya Karangasem. Tim ini beranggotakan Kepala Kantor Kementerian Agama Dr Ni Nengah Rustini MAg selaku budayawan, Kadis Kebudayaan Karangasem I Putu Arnawa dari unsur birokrasi, Perbekel Duda Timur Kecamatan Selat I Gede Pawana selaku tokoh masyarakat, Kabid Sejarah Cagar Budaya Dinas Kebudayaan I Gusti Nyoman Parnawa unsur birokrasi, dan I Gede Prama Saputra dari arkeolog. Tim inilah yang memutuskan dan merekomendasi Lontar Negara Kertagama diusulkan jadi Benda Cagar Budaya Nasional.

Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri menyetujui usulan itu dan meneruskan ke pusat atas rekomendasi Dinas Kebudayaan Provinsi Bali. Kadis Kebudayaan Karangasem, I Putu Arnawa mengatakan keuntungan Lontar Negara Kertagama jadi Cagar Budaya Nasional nantinya dapat biaya merevitalisasi, mengonservasi, dan biaya digitalisasi. “Digitalisasi maksudnya didokumentasikan dalam bentuk file. Jika sewaktu-waktu lontar itu hilang, bisa dibuat tiruannya dengan membuka file,” terang Putu Arnawa. *k16

loading...

Komentar