nusabali

Senderan Ambrol Timpa Rumah

  • www.nusabali.com-senderan-ambrol-timpa-rumah

Korban mengungsi ke tetangga dekat untuk menghindari kejadian lebih buruk.

SINGARAJA, NusaBali
Senderan setinggi 3,5 meter, di Dusun Asah Badung, Desa Sepang Kelod, Kecamatan Busungbiu, Buleleng, tiba-tiba ambrol, Selasa (14/6) sore, pukul 17.00 Wita. Akibatnya, tembok rumah bagian belakang milik Komang Wilantara jebol. Tidak ada korban jiwa, namun keluarga Wilantara harus mengungsi ke tempat aman.

Informasi dari lokasi, peristiwa itu terjadi karena senderan tidak kuat menahan air. Hujan deras mengguyur wilayah itu sejak pagi hingga siang kemarin. Senderan ambrol itu persis di belakang rumah Wilantara. Senderan ini menahan tanah pekarangan milik Made Seriawan, kakak Wilantara. Nah, setelah hujan deras reda, tiba-tiba senderan ambrol. Pemilik rumah saat itu, Wilantara bersama istri dan dua anaknya, tengah berada di serambi depan, tiba-tiba kaget mendengar suara gemuruh. Begitu menenggok sumber suara, ternyata tembok rumahnya di bagian belakang roboh berantakan. Karena senderan di belakang rumah, ambrol.

Akibat kejadian itu, dua kamar tidur penuh dengan material batu dan tanah yang ikut hanyut. Pemilik rumah mengaku tidak berani menempati rumahnya. Ia pilih mengungsi ke tetangga dekatnya untuk menghindari kejadian yang lebih buruk. ”Kejadiannya sore, memang sempat hujan deras, mungkin karena tidak kuat nahan air, senderan itu ambrol,” terang tokoh masyarakat Desa Sepang Kelod, Komang Dauh.

Menurut Komang Dauh, saat ini keluarga pemilik rumah sudah pindah ke salah satu keluarganya. Karena rumah yang ditimpa senderan itu cukup rawan roboh. Ia pun berharap pemerintah bisa memberikan perhatian berupa bantuan pada keluarga Wilantara. 7 k19

Komentar