nusabali

Pertama Kali Syuting Video Klip, Ban Mobil Sempat Copot

  • www.nusabali.com-pertama-kali-syuting-video-klip-ban-mobil-sempat-copot

Grup band pendatang baru, Namsore, merilis video klip single terbarunnya yang berjudul ‘Muak’.

DENPASAR, NusaBali

Band yang digawangi oleh Wira (Vokal/Gitar), Tom (Bass/Vokal), dan Dopel (Drum/Backing Vocal) ini, mengumumkan kabar bahagia tersebut pada, Sabtu (23/3) di Colony Creative Hub, Plaza Renon, Denpasar. Beberapa hal tidak terduga mewarnai proses syuting video klip grup band bergenre Pop Punk Rock tersebut.

Seperti yang diungkapkan Wira, Sang Vokalis merangkap Gitaris, yang sempat berkisah pada awak media bahwa sempat terjadi peristiwa tidak mengenakkan dalam proses syuting video klip yang berada di 2 lokasi, yakni di kawasan Jalan Gatot Subroto dan kawasan Renon, Denpasar, tersebut. Tidak diduga, ban mobil yang digunakan saat syuting tiba-tiba lepas. Hal tersebut sontak membuat para personil dan tim agak panik, namun akhirnya masih bisa diatasi. “Ya, meskipun begitu prosesnya tetap mulus. Kebetulan ada teman yang bisa jadi montir, langsung kerja. Sebelahnya orang foto, di bawahnya megang ban, seperti itu. Ada hikmah tersendiri,” kisah Mantan Vokalis grup band Postman itu diselingi tawa.

Selain kendala teknis, cerita menarik lainnya juga datang dari Dopel, penabuh drum di band Namsore, yang mengaku pertama kali berada di depan kamera. Terlebih, ini merupakan video klip pertama yang terwujud setelah lama malang melintang di industri permusikan. Mantan personil band Snap Rawks itu pun sempat kesusahan saat berakting di depan kamera. “Jadi, ini adalah perdana. Kami kesusahan saat menjadi seorang aktor, susah sekali,” curhat Dopel dengan gaya bicara khasnya yang turut mengundang tawa.

Lagu ‘Muak’ ciptaan Tom, Sang Bassist yang juga mantan personil grup band Chick Magnet itu, mengisahkan tentang perjuangan seorang pria untuk mendapatkan cinta pujaan hatinya, namun terhalang karena perjuangan tersebut tidak dihargai oleh sang wanita dan lebih memilih pergi dengan pria lain. Saat itu, pria yang berjuang tersebut merasa muak dan memilih untuk menyerah. Selain lagu Muak, grup band yang terbentuk pada 18 Juli 2019 tersebut juga memiliki dua lagu lainnya yang berjudul ‘Bergegas’ dan ‘Terdepan’ yang masih menunggu jadwal shooting video klip. “Setelah video klip Muak, Namsore akan menggarap video klip untuk single kedua yang berjudul Bergegas pada 27 Maret di sebuah tempat karaoke di Jalan Gatot Subroto, Denpasar,” sambung Wira.

Ditilik dari Namanya, sejatinya nama ‘Namsore’ memiliki filosofi tersendiri. Kata ‘Namsore’ merupakan singkatan dari ‘Enam Sore,’ yang mana memiliki beberapa makna, yakni jam 6 sore yang selalu identik dengan kehadiran sunset, yang dinikmati sebagian orang dengan bersantai di pantai dengan sebotol beer di genggaman. Selain itu, dari sisi religi, jam 6 sore ‘Puja Tri Sandhya’ akan berkumandang tanda sembahyang bagi umat Hindu di Bali. Uniknya, band yang bermarkas di rumah Wira ini selalu memulai latihannya saat jam 6 sore. Karena banyaknya makna yang bisa ditelisik, maka terciptalah nama ‘Namsore’ untuk band yang telah menjajal cukup banyak panggung bergengsi ini.

Dilihat dari segi karakter lagu dan musik, Namsore yang menyebut bandnya bergenre Pop Punk Rock ini hadir dengan musik semi pop rock namun masih bisa didengar enak oleh telinga semua kalangan. Justru, genre Punk Rock lebih ditonjolkan pada lirik lagu yang lebih terkesan tegas dan lugas.

Band yang pernah ikut serta dalam acara Total Chaos World Tour 2019, pada (22/2) di pantai Mertasari, Sanur, Denpasar, tersebut mengaku berkaca dari situasi musik di era sekarang dan ingin bisa dinikmati oleh semua kalangan. Namsore juga tidak mematok target yang terlalu tinggi untuk lagu perdana ini, namun tidak lupa memanfaatkan kanal YouTube ‘NAMSOREband’ sebagai lahan promosi. “Untuk sementara tidak ada target apa-apa. Karena ini single awal, kami hanya ingin memperkenalkan diri dulu. Harapan kami ya, semoga semua kalangan menikmati hasil karya kami dan kami juga ingin menjaga keseimbangan antara darah muda dan darah tua,” tutup Wira. *cr41

loading...

Komentar