nusabali

20 Staf OPD Dilatih Jadi Arsiparis

  • www.nusabali.com-20-staf-opd-dilatih-jadi-arsiparis

20 staf dari sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Buleleng, Selasa (19/2), dilatih oleh petugas Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), untuk merestorasi arsip statis dan warisan budaya.

SINGARAJA, NusaBali

Puluhan staf itu pun dibentuk menjadi seorang asriparis yang terampil dan memiliki rasa pelestarian.Menurut Kasubdit Restorasi ANRI AA Gede Sumardika, dalam pembentukan arsiparis itu diharapkan ke depannya seluruh SDM yang dilatih teori maupun praktek dapat menyelamatkan arsip-arsip statis dan warisan budaya di sekitarnya. Buleleng sebagai salah satu daerah dengan jumlah arsip kuno dan statis cukup banyak, memerlukan tidak hanya satu dua arsiparis untuk menyelamatkannya dari kerusakan. “Awal, kami berikan dasar berupa teori dan praktik menjadi arsiparis. Selanjutnya menuju pengelolaan arsip. Pertama, yang kami sasar adalah arsip kertas yang sudah rusak untu dikembalikan ke bentuk aslinya sehingga ke depannya dapat memaksimalkan proses digitalisasi,” ucap Sumardika.

Ia menjelaskan, untuk merestorasi selembar arsip kertas memerlukan biaya cukup mahal. Krena bahan yang digunakan jenis import, dan melalui tahapan. Arsip yang akan direstorasi, melalui proses netralisasi dari asam, kemudian tahap laminating dan terakhir finishing dengan menjilid atau mengembalikan ke bentuk semula. Seluruh peserta akan dilatih langsung seluruh teknik restorasi selama tiga hari kedepan.

Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Buleleng Ni Made Sukarmini mengatakan, Buleleng dengan banyak aset arsip kuno dan warisan budaya di sejumlah lembaga atau OPD, memerlukan restorasi. Khususnya intansi yang memiliki arsip-arsip penting dan bernilai. Dengan pelatihan 20 staf di Buleleng ini, diharapkan ke depannya setiap instansi terkait dapat merestorasi dan menyelamatkan asetnya melalui SDM yang sudah terlatih.

Asisten III Setda Buleleng Gede Suyasa yang hadir membuka acara mengatakan, pelatihan tersebut sebagai upaya sangat statgis, penting, dan sesuai perkembangan zaman. Menurut mantan Kadisdikpora Buleleng ini, restorasi arsip dan warisan budaya merupakan hal yang sangat penting untuk menghadapi pergeseran ke arah digitalisasi.

“Ini sangat penting di zaman milenial yang larinya ke digitalisasi. Walaupun digital, data dasarnya tak bisa terlepas dari data manual, sehingga arsip-arsip ini harus diselamatkan dulu untuk bisa didigitalisasi,” jelas Suyasa. Ia berharap kerjasama ANRI dengan Pemkab Buleleng terus berlanjut. Sehingga ke depannya Buleleng tak hanya menyoal tentang arsiparis yang terampil, namun juga termotivasi untuk menjaga dan melestarikan arsip yang ada. *k23

Komentar