nusabali

Predator Anak Babak Belur Dimassa

  • www.nusabali.com-predator-anak-babak-belur-dimassa

Seorang pelaku pencabulan anak anak berinisial SB, 52, menjadi bulan-bulanan warga yang menangkapnya di kawasan Perumnas, Monang-maning, Denpasar Barat, pada Rabu (5/5). 

Sudah Cabuli 4 Bocah, 3 Perempuan dan 1 Laki-laki

DENPASAR, NusaBali
Pria yang bekerja sebagai buruh ini diduga sudah mencabuli empat bocah dengan paksaan.

Terungkapnya aksi SB ini berawal dari pengakuan salah seorang korban, sebut saja Mawar yang berusia 6 tahun. Saat itu, Mawar mengatakan mendapat perlakuan tidak senonoh dari SB yang bekerja sebagai buruh serabutan. “Jadi SB ini memang sering berada di sekitar rumah korban,” jelas sumber.

Korban Mawar mengaku kemaluannya dipegang oleh pelaku. Dari pengakuan Mawar inilah diketahui ada dua bocah perempuan lainnya yang menjadi korban SB. Setelah ditanya, dua korban lainnya juga mengaku mendapat perlakuan tidak senonoh dari SB. 

“Mereka juga ngaku kemaluannya sempat dipegang-pegang pelaku,” beber sumber yang enggan disebutkan namanya ini.

Bahkan, salah seorang korban mengaku sempat dipaksa masuk ke kamar mandi di balai banjar sambil mulutnya disekap.

Warga yang mengetahui kejadian ini langsung mencari pelaku yang akhirnya diamankan di rumahnya di kawasan Monang-maning. Tanpa dikomando, warga langsung menghajar pelaku yang bertubuh kurus ini hingga babak belur.

Beruntung Kanit PPA PPA (Pelayanan Perempuan dan Anak) Polda Bali Kompol Yohana Agustina mengetahui kejadian tersebut dan mengamankan pelaku dari amukan massa. SB pun langsung digelandang ke Polda Bali untuk menjalani pemeriksaan. “Pelaku langsung dibawa ke Polda Bali,” lanjut sumber.

Sumber lainnya mengatakan SB sebenarnya hampir setiap hari beraktivitas di sekitar rumah para korban —yang rata-rata usianya antara 4–6 tahun dan masih duduk di bangku TK— yang juga dikenalnya. Bahkan para orangtua korban ini juga sudah mengenal SB dengan sangat baik. “Dia memang sering ke sini. Malah sering bergaul dan minum-minum (mabuk) dengan anak-anak muda di sini,” imbuh sumber.

Aksi SB ini diduga sudah dilakukan sejak dua pekan sebelumnya. Saat ditanya, SB hanya mengaku tidak sengaja melakukannya. Pria yang bekerja sebagai buruh serabutan ini juga sempat minta maaf kepada orangtua korban. Tapi orangtua korban yang sudah marah memilih menyelesaikannya melalui proses hukum. “Waktu dihajar warga dia juga terus minta maaf,” lanjut sumber.

Sementara itu, aktivis perempuan dan anak yang juga anggota Tim P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak) Denpasar  Siti Sapura melakukan kunjungan ke rumah para korban pada Sabtu (7/5). 

Dalam pertemuan dengan orangtua korban tersebut terungkap jika ada satu korban lainnya yang merupakan bocah laki-laki. “Jadi korban total ada empat anak. Yang tiga perempuan yang satu laki-laki,” jelasnya.

Ia meminta pihak kepolisian serius menangani kasus ini. Apalagi kejadian seperti ini terus terulang hingga mengakibatkan trauma mendalam kepada para korbannya. 7 da

Komentar