nusabali

TNI Gelar Karya Bhakti Normalisasi Aliran Irigasi

  • www.nusabali.com-tni-gelar-karya-bhakti-normalisasi-aliran-irigasi

Pasca Banjir Bandang Tukad Biluk Poh

NEGARA, NusaBali
Jajaran TNI dari Kodim 1617/Jembrana dan Yonif Mekanis 741/Garuda Nusantara melakukan karya bhakti normalisasi Sungai Biluk Poh di Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Sabtu (12/1) pagi. Karya bhakti normalisasi sungai bersama warga sekitar itu merupakan bagian perbaikan terhadap aliran air menuju saluran irigasi sejumlah subak yang tertimbun tanah pasca banjir bandang, Sabtu (22/12) lalu.

Dalam pelaksanaan karya bakti yang dipimpin langsung Damdim Jembrana, Letkol Kav Djefy Marsono Hanok, itu juga dikerahkan sebuah alat berat (ekskavator) untuk melakukan penggalian aliran sungai menuju saluran irigasi tersebut. Selain itu, puluhan anggota TNI bersama warga sekitar, juga bahu membahu membangun tanggul sementara dengan menggunakan batu di sekitar aliran sungai setempat.

Dandim Jembrana, Letkol Kav Djefry Marsono Hanok, yang juga ikut terjun ke sungai untuk membangun tanggul sementara penahan arus sungai mengatakan karya bakti dalam rangka normalisasi aliran irigasi subak di Sungai Biluk Poh, merupakan sinergi TNI bersama warga.

Dengan karya bakti, ini diharapkan membantu warga, khususnya para krama subak di Desa Penyaringan dan sekitarnya yang sebelumnya terancam tidak dapat bercocok tanam. "Dengan normalisasi ini, saluran irigasi dapat segera dimanfaatkan untuk mengairi sawah," ujarnya.

Sebelum melaksanakan karya bakti tersebut, Dandim Letkol Kav Djefry Marsono Hanok juga sempat melakukan peninjauan kondisi aliran subak irigasi tersebut, Selasa (8/1) lalu. Pada saat itu, Dandim pun berjanji kepada krama subak yang melaporkan kerusakan saluran irigasi itu menurunkan anggotanya untuk bersama-sama memperbaikinya, termasuk mendatangkan alat berat. "Hari ini kami wujudkan. Titik saluran irigasi ini merupakan salah satu suplay utama 2 subak di Desa Penyaringan yang sangat luas, yaitu Subak Penyaringan seluas 31 hektare, dan Subak Jagaraga seluas 242 hektare," ujarnya. *ode

loading...

Komentar