nusabali

Bersihkan Jagat dari Kasus Ulah Pati

  • www.nusabali.com-bersihkan-jagat-dari-kasus-ulah-pati

Pemerintah Kabupaten Badung menggelar Pacaruan Karipubaya Menawa Gempang di Desa Pelaga, Kecamatan Petang, tepatnya di Jembatan Tukad Bangkung, pada Sukra Kliwon Sungsang, Jumat (21/12) siang.

Pacaruan Karipubaya Menawa Gempang

MANGUPURA, NusaBali
Pecaruan ini dilaksanakan dilatarbelakangi telah terjadinya peristiwa aneh dan ulah pati sepanjang tahun 2018 ini. Upacara tersebut dihadiri Kadis Kebudayaan Ida Bagus Anom Bhasma. Turut hadir SKPD Kabupaten Badung, Camat Petang Ida Bagus Nata Manuaba, Penjabat Perbekel Desa Pelaga I Dewa Widana, Bendesa Adat se-Kecamatan Petang dan tokoh masyarakat setempat.

Karya Karipubaya Mecaru Nawa Gempang ini dipuput Ida Peranda Istri Agung Gria Agung Abiansemal. Bertujuan untuk membersihkan jagat dari adanya korban bunuh diri (ulah pati) seperti gantung diri dan melompat dari jembatan hingga menyebabkan meninggal dunia di Jembatan Tukad Bangkung.

Kadis Kebudayaan IB Anom Bhasma mengatakan, berdasarkan sastra yang terdapat dalam pustaka tutur lebur sangsya menuturkan, bila ada curi seperti kelapa kembar, jambe kembar, pisang yang buahnya muncul pada batangnya serta kepanca bhaya yang bisa disebut panas keras, umah kerubuhan taru (rumah ditimpa pohon), kejadian tersebut disebut karipubhaya.

“Kalau ada lulut di pekarangan disebut kalulut bhaya, kalau ada darah di pekarangan tanpa sebab disebut karaja bhaya. Kalau ada anak nyuduk raga lan kari maurip disebut raga bhaya, kalau ada masyarakat meninggal akibat gantung diri dan bunuh diri menceburkan diri ke jurang. Kejadian itu semua dapat dikatakan kadurmanggalan, jagat katemahan, durbhiksa ikang bhuwana dan patut kapelepeh dengan caru menawa gempang,” jelasnya.

Anom Bhasma melanjutkan, terutama kejadian salah pati patut dilakukan pecaruan menawa gempang. Carunya tersebut disebut caru mawisesa, pengenteb ngicalang supaya bebhutan sirna kembali ketempatnya dan tidak mengganggu di jagate. Pecaruan menawa gempang medasar caru panca sata, ayam lima dan itik putih. “Diharapkan melalui pecaruan ini yang mengganggu yang muncul dari alam sana agar kembali ke asalnya dan berbagai penyakit, durmanggala dan durbikasa semuanya akan sirna,” tambahnya. *asa

Komentar