nusabali

KPU Buktikan Kotak Suara ‘Kardus’ Kuat

  • www.nusabali.com-kpu-buktikan-kotak-suara-kardus-kuat

Kotak suara mampu menahan air jika gerimis atau terkena percikan air, sementara jika terkena banjir lain soal, karena itu adalah musibah.

Arief Budiman: Kami Ingin Pemilu Murah

JAKARTA, NusaBali
Pemilu yang murah menjadi fokus KPU saat ini dan mendatang. Salah satu wujudnya ditampilkan KPU dengan penggunaan kotak suara berbahan karton kedap air. Walau berbahan lebih murah, namun KPU menjamin kekuatan dari kotak suara ‘kardus’ itu.

"Waktu itu kami sudah berketetapan bahwa kita harus bikin pemilu ini murah," ucap Ketua KPU RI, Arief Budiman di kantornya, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senin (17/12). Untuk urusan kotak suara, Arief menyoroti soal biaya produksi hingga penyimpanannya. Sementara sebelumnya kotak suara berbahan aluminium, Arief mengatakan, KPU harus menganggarkan lagi untuk penyimpanannya.

"Sewa gudang yang besar itu biayanya mahal. Apalagi tiap tahun biayanya terus meningkat. Setelah kita hitung, kalau dia disimpan dalam waktu lima tahun, itu biayanya bisa sama dengan biaya produksi yang baru. Makanya kemudian KPU berpikir mencari kotak suara yang bisa sekali pakai dan bahannya murah," kata Arief.

Kotak suara 'kardus' itulah, disebut Arief, yang dipilih karena mudah dilipat sehingga mudah didistribusikan. Kotak suara itu nantinya untuk sekali pakai sehingga tidak perlu disimpan. "Biaya produksi ini seingat saya mungkin hanya seperempatnya dari biaya produksi kalau kita pakai aluminium," ujar Arief. Arief memperkirakan kebutuhan pengadaan kotak suara 'kardus' itu Rp 298 miliar setelah dilakukan lelang.

Sedangkan untuk bahan aluminium, dia memprediksi harganya akan lebih mahal tiga kali lipat dibanding kotak suara 'kardus'. "Pagu kita ketika merancang anggaran sekitar Rp 948 miliar. Kemudian ketika mau pengadaan kita cek lapangan kita bikin HPS itu sekitar Rp 500 sekian miliar. Kemudian, setelah dilelang, kebutuhannya hanya Rp 298 miliar. Salah satunya (karena) pakai karton itu," ujar Arief.

Bagaimana dengan isu miring soal kekuatan kotak suara ‘kardus’? Ketua KPU, Arief Budiman pun dengan percaya diri menyemprot habis isu itu. Semprotan itu dilakukan Arief Budiman secara harfiah (nyata). Dia menyemprot kotak suara Pemilu 2019 dengan air untuk membuktikan kotak suara yang disebut kardus itu benar-benar tahan air.

Isu ini ramai lagi setelah banyak dibahas di media sosial. Padahal, semua fraksi di DPR telah menyetujui kotak suara yang terbuat dari karton kedap air ini hingga spesifikasinya diatur dalam peraturan KPU. Kotak suara kardus dipersoalkan karena dikhawatirkan mudah rusak dan rawan kecurangan. Untuk menepis semua anggapan itu, Arief Budiman turun langsung melakukan pembuktian.

Arief mendemonstrasikan kekuatan kotak suara tersebut di kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senin (17/12/2018). Saat disemprot air dari luar dengan selang, bagian dalam kotak suara itu tak terkena air. "Tidak tembus ke dalam," kata Arief dilansir detik.com.

Arief menyemprot sisi-sisi samping kotak suara itu, dan juga dari sisi mika yang transparan. Bagian dalamnya tak disemprot. Selain itu dia juga sempat menduduki kotak suara itu. Dia mengatakan kotak suara itu mampu menahan beban hingga 80 kg. Kotak suara itu, dia melanjutkan, juga mampu menahan air jika gerimis atau terkena percikan air, sementara jika terkena banjir lain soal, karena itu adalah musibah. Saat kotak suara didistribusikan nantinya juga akan dibungkus plastik.

Sebelumnya Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga menyuarakan protes. Direktur Relawan BPN Prabowo-Sandiaga, Ferry Mursyidan Baldan, menyinggung kotak suara Pilpres 2019 yang menurutnya terbuat dari bahan kardus.

"Kita cermati soal kotak suara yang kardus. Kalau memang harus dari kardus, kenapa nggak pakai bungkus daun pisang saja. Mbok ya kalau miskin jangan tanggung-tanggung ya kan. Miskin sekalian aja biar bangsa ini kelihatan, kotak suara dari daun pisang sekalian, kelihatan," kata Ferry saat menghadiri acara deklarasi relawan alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) pendukung Prabowo-Sandi (Relagama PAS 2019) di Joglo Engking Resto, Sleman, Sabtu (15/12). Anggota BPN Prabowo-Sandi, Chusni Mubarok, menilai wajar jika keputusan KPU menuai kritik dari masyarakat. Menurutnya, kotak suara 'kardus' semakin menambah keraguan masyarakat mengenai kredibilitas pemilu mendatang. *

Komentar