nusabali

Geng Curat asal Makassar Dilumpuhkan

  • www.nusabali.com-geng-curat-asal-makassar-dilumpuhkan

Dari hasil pemeriksaan awal barang hasil curian yang berhasil digondol pelaku tersebut berasal dari sejumlah TKP pencurian di wilayah Denpasar dan Badung.

Beraksi Lintas Provinsi, Tiga Pelaku Terpaksa Didor 

DENPASAR, NusaBali
Komplotan alias geng pencurian dengan pemberatan (Curat) spesialis rumah kosong asal Makassar, Sulawesi Selatan, diringkus tim Buru Sergap (Buser) Reskrim Polresta Denpasar di sebuah hotel yang terletak di Jalan Kediri, Kuta, Badung, Minggu (27/3) pukul 21.00 Wita. Geng beranggotakan empat orang, yakni Rafid,49, Tiar alias Baktiar,26, Amirudin alias Amir,23, dan Adam,18, berhasil dilumpuhkan, bahwa tiga orang di antaranya terpaksa dihadiahi timah panas alias didor gara-gara mencoba kabur saat digerebek.

Dalam penggerebekan di kamar hotel yang berlangsung sekitar satu jam itu, polisi awalnya mengeluarkan tembakan peringatan agar pelaku menyerahkan diri. Namun para pelaku mencoba kabur dan lakukan perlawanan. “Terpaksa kita hadiah timah panas untuk tiga pelaku, yakni Rafid, Tiar alias Baktiar, dan Amirudin alias Amir. Komplotan ini dikomandani Rafid yang di kampung halamannya di Makassar dia bekerja sebagai sopir,” ujar Kasat Reskrim Polresta Denpasar, Kompol Reinhard Habonaran Nainggolan, Selasa (29/3).

Komplotan ini sudah sekitar satu bulan beraksi di Bali dan memilih hotel sebagai markas. Mereka pun tak hanya beraksi di Bali, tetapi juga di provinsi lainnya. “Makanya kita kategorikan sebagai komplotan curat lintas provinsi,” kata Kompol Reinhard. Menurutnya, penangkapan terhadap komplotan ini berawal dari banyaknya laporan masyarakat ke Polresta terkait barang yang raib digondol maling. Selanjutnya, tim Buser melakukan penyelidikan dan pengembangan di tempat yang dicurigai, seperti di salah satu toko emas di Jalan Diponegoro, Denpasar. 

Hasilnya, petugas mendapati adanya sejumlah barang yang dijual dengan harga murah oleh seseorang. Setelah itu, anggota langsung lakukan pengintaian hingga ke tempat tinggal orang yang menjual barang itu. “Kami lalu mendapati komplotan tersebut tinggal di sebuah hotel di kawasan Kuta. Kita lalu intai terus,” jelas Kompol Reinhard. Setelah memastikan para pelaku, polisi lakukan penyergapan di kamar hotel tempat komplotan curat ini menginap. 

Setelah berhasil dilumpuhkan, tim yang ada di lokasi langsung melakukan penggeledahan isi kamar. Dari kamar itu polisi mendapatkan puluhan emas berbagai jenis terkumpul di dalam tas. Tidak hanya itu, petugas menemukan peralatan elektronik seperti laptop, belasan handphone dan kartu nama, serta kartu kredit. Bahkan, peralatan untuk memuluskan aksi mereka juga tersimpan rapi di dalam kamar tersebut. “Semua barang-barang tersebut merupakan hasil kejahatan. Pisau, obeng, alat pencongkel dan perlengkapan dalam memuluskan aksi ikut diamankan dari lokasi ,” ungkap Kompol Reinhard. 

Dari hasil pemeriksaan awal barang hasil curian yang berhasil digondol pelaku tersebut berasal dari sejumlah TKP pencurian di wilayah Denpasar dan Badung, seperti Nusa Dua, Kuta, Sanur, Denpasar dan Seminyak. Dalam melancarkan aksi, para komplotan tersebut menyasar rumah-rumah kosong. “Mereka beraksinya siang hari, saat banyak rumah ditinggalkan penghuninya beraktivitas di luarbeber 

Melihat banyaknya barang bukti (BB) yang berhasil diamankan, polisi meyakini lebih banyak lagi TKP pencurian kawanan maling ini. “Masih kita dalami semua. Prosesnya itu ada di tangan penyidik untuk mengungkap TKP lainnya,” imbuh Reinhard. Sementara para pelaku akan diganjar dengan pasal 362 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dan terancam dikurung 7 tahun penjara. 7 da

Komentar