nusabali

Terkuak, Racun Sianida Tewaskan Gede Ari

  • www.nusabali.com-terkuak-racun-sianida-tewaskan-gede-ari

Hasil otopsi menunjukkan tewasnya warga Tegallinggah dalam mobil karena sianida. Namun belum diketahui apakah dibunuh atau bunuh diri.

SINGARAJA, NusaBali
Penanganan kasus penemuan mayat Gede Ari Artawan, 18, warga Banjar Dinas Tegallinggah Bawah, Desa Tegallinggah, Kecamatan Sukasada, Buleleng, yang telah membusuk dalam mobil Daihatsu Ayla Putih DK 1092 UK, Kamis (7/6) lalu, menuju titik terang. Meski polisi belum menyebutkan secara gamblang penyebab kematian korban, namun dari hasil otopsi dalam tubuh korban ditemukan zat sianida.

Hal tersebut diungkapkan langsung Kapolres Buleleng, AKBP Suratno, Rabu (4/7) siang kemarin. Sejauh ini dengan hasil otopsi yang dirilis langsung Lab Forensik RSUP Sanglah, menjadi satu petunjuk untuk memastikan penyebab kematian korban. Hanya saja kini pihaknya mengaku masih menunggu satu petunjuk lagi dengan meminta keterangan saksi ahli untuk meyakinkan penyidik.

“Hasil labfornya memang dalam organnya ditemukan mengandung unsur mematikan sianida. Cuma kami masih perlu satu petunjuk lagi dari saksi ahli untuk menerangkan kandungan barang yang ditemukan di organ korban,” kata dia. AKBP Suratno pun mengatakan sampai saat ini pihaknya belum dapat memastikan apa motif dalam peristiwa itu. Apakah dibunuh atau bunuh diri.

Dengan temuan zat sianida dalam organ korban juga akan dihubungkan dengan barang bukti yang ditemukan dalam mobil yang di-rentcar korban di wilayah Tabanan. Polisi pun mengaku masih menelusuri asal muasal sianida itu didapatkan darimana. Sejauh ini pihaknya mengaku sudah memeriksa 15 orang saksi atas ditemukannya mayat korban dalam kondisi membusuk sebelah Barat Pura Segara Penimbangan, kawasan Pantai Penimbangan, Desa Baktiseraga, Kecamatan/Kabupaten Buleleng.

Belasan saksi itu baik dari pacar, orang tua, bos korban , pemilik rentcar, hingga pemilik hotel. AKBP Suratno pun mengaku akan menggambarkan secara detail bagaimana kejadian sebenarnya yang dialami korban sebelum ditemukan tewas di dalam mobil dalam kondisi sudah membusuk. “Kami beruntung karena mobil yang di-rentcar itu disertai GPS, sehingga sudah dapat dibaca korban kemana dan dimana saja, Selain juga kami sudah cloning percakapan di HP korban, untuk menguatkan motif kematiannya,” imbuh dia.

Sementara itu dari gelar perkara awal yang dilakukannya diakui perwira asal Jogjakarta itu merupakan rangkaian yang cukup kuat dan patut menduga-duga sejumlah penyebab kematian korban. Ia pun mengaku untuk memutuskan penyebab kematian korban apakah dibunuh atau bunuh diri, akan memadukan scientific investigation dari hasil otopsi dengan keterangan saksi ahli dan saksi lainnya.

Sebelumnya korban ditemukan membusuk dalam sebuah mobil Daihatsu Ayla Putih DK1092 UK di sebelah Barat Pura Segara Penimbangan, kawasan Pantai Penimbangan, Desa Baktiseraga, Kecamatan/Kabupaten Buleleng pada Kamis (7/6) lalu. *k23

Komentar