nusabali

Dua Korban Tewas Asal Nusa Penida

  • www.nusabali.com-dua-korban-tewas-asal-nusa-penida

7 dari 14 desa pakraman di Kabupaten Tulang Bawang Barat, Lampung penduduknya asal Nusa Penida berjumlah 200 KK.

Penegasan senada juga disampaikan Wakil Bupati Tulang Bawang Barat, Fauzi Hasan, seperti dilansir Antara saat menggelar pertemuan dengan keluarga korban korban dan ratusan warga penggarap kawasan hutan tanaman industri Register 44 Gunung Terang, Minggu kemarin. Intinya, Pemkab Tulang Bawang Barat akan bantu membiayai pemakaman bagi korban tewas.

Untuk meringankan beban para korban, kata dia, Bupati Umar Ahmad juga telah memerintahkan dinas terkait untuk melakukan pendataan terhadap korban tewas maupun terluka. "Masalah pengobatan, Pemkab Tulang Bawang Barat yang menjamin, termasuk biaya pemakaman korban tewas," tandas Fauzi.

Pernyataan Wabup Fauzi disambut antusias para keluarga korban bentrok, terutama asal Bali. "Kami sangat berterima kasih mendapat perhatian dari Bupati. Masalah biaya pemakaman ini memang sangat berat bagi kami, khususnya korban non Muslim," ujar seorang tokoh warga kawasan hutan Register 44 Gunung Terang yang memperkenalkan diri bermana Mangku, dalam pertemuan kemarin.

Bentrok maut di hutan Register 44 Dusun Terang Agung, Desa/Kecamatan Gunung Terang, Tulang Bawang Barat itu sendiri meledak Jumat siang sekitar pukul 12.30 WIB. Bentrok maut berawal dari penyanderaan terhadap warga Dusun Terang Sakti yang dilakukan oleh Irawan cs di Posko HTI Register 44. 

Mengetahui terjadi penyanderaan, sekitar 500 orang gabungan dari Dusun Terang Sakti dan Dusun Tri Mulyo melakukan penyerangan ke posko. Massa mendapati dua orang yang disandera telah tewas, yakni Ketut Sartono dan Komang Suparta. Massa pun mengamuk mencari Irawan cs, yang diduga sebagai pelaku.

Dalam kerusuhan tersebut, jatuh tiga korban tewas dan empat terluka. Satu korban tewas selain Komang Suparta dan Ketut Sartono adalah Paidi, 40, petani asal Menggala C Gunung Terang, Tulang Bawang Barat. Sedangkan korban terluka masing-masing Kadek Parta, 26 (asal Dusun Terang Sakti, Desa Kecamatan Gunung Terang, yang terluka bacok di lengan sebelah kanan dan kening), Nyoman Eko, 25 (asal Dusun Terang Sakti/luka bacok di punggung dan luka tembak di pipi sebelah kanan), Suripto (asal Kampung Labuhan Indah, Kecamatan Way Serdang, Mesuji), dan Subakir bin Poniran, 25 (asal Kampung Indraloka 3, Kecamatan Way Kenanga, Tuba Barat).

Sementara itu, polisi masih kejar 7 orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam bentrok di hutan Register 44 Dusun Terang Agung, Kabupaten Tulang Bawang Barat. Tujuh (7) tersangka itu adalah Irawan cs.

"Sudah tujuh orang yang ditetapkan menjadi tersangka. Jumlah tersangka ini bisa saja bertambah, tergantung hasil penyelidikan di lapangan. Namun, nama-nama mereka belum bisa dipublikasikan," ujar Kapolres Tulang Bawang, AKBP Agus Wibowo, Minggu kemarin.

Kapolres Afus Wibowo menegaskan, bentrok yang menewaskan 3 orang tersebut bukan dilatari konflik antar suku. "Ini bukan konflik antar-suku, tapi murni tindak pidana. Karenanya, tidak ada perdamaian," katanya sembari menyebut situasi di wilayah konflik sudah berangsur kondusif. “Ada sekitar 500 personel kepolisian dari Polda Lampung, Polres Tulang Bawang, dan Polres Way Kanan  yang turun mengamankan situasi. Massa sudah diarahkan pulang ke rumah masing-masing," imbuhnya. 7 w

Komentar