nusabali

UNBK SMA: Ratusan Siswa Terkendala Jarak Tempuh

  • www.nusabali.com-unbk-sma-ratusan-siswa-terkendala-jarak-tempuh

Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) hari pertama di Buleleng berjalan lancar.

SINGARAJA, NusaBali
Seluruh SMA negeri dan swasta di Buleleng pun mengikuti UNBK. Hanya saja baru belasan yang melaksanakan UNBK mandiri, selebihnya masih menumpang. Dua sekolah yang masih menumpang dengan sekolah lain pun terancam jarak tempuh yang cukup jauh.

Keduanya yakni SMAN 1 Busungbiu yang berlokasi di Desa/Kecamatan Busungbiu, Buleleng yang melaksanakan UNBK dengan meminjam fasilitas di SMKN 2 Seririt. Sebanyak 208 orang siswa SMAN Busungbiu harus berangkat lebih awal dengan waktu perjalanan ke lokasi ujian di Desa Banjarasem, Kecamatan Seririt, berjarak 15,6 Km dengan jarak tempuh sekitar 30-40 menit.

Hal serupa juga dialami 116 siswa SMAN 2 Busungbiu yang berlokasi di daerah perbatasan Buleleng dengan Jembrana yakni di Desa Pucaksari, Kecamatan Busungbiu, Buleleng. Mereka yang mengikuti UNBK di SMKN 1 Busungbiu di Desa Telaga, Kecamatan Busungbiu harus menempuh waktu kurang lebih 20-25 menit perjalanan untuk jarak sekitar 9,6 Km.

Hal tersebut diakui Ketua Panitia Penyelenggara UNBK di Kabupaten Buleleng, I Made Ngadeg. Ia yang ditemui di ruangannya Senin (9/4) siang kemarin memang tidak menampik hal tersebut. Keterbatasan sarana yang dimiliki oleh SMA, memaksa mereka harus menumpang di SMK untuk mengikuti ujian.

Dari 39 sekolah negeri dan swasta yang sudah seluruhnya mengikuti UNBK hanya 19 sekolah yang melaksanakannya secara mandiri. Sisanya 20 sekolah masih meminjam sarana di sekolah terdekat. Termasuk SMAN 1 dan 2 Busungbiu.

“Memang dua sekolah ini jarak tempat ujiannya cukup jauh, kami mengkhawatirkan kehadiran siswa, meski sejauh ini belum ada laporan terkait hal itu. Mudah-mudahan selama ujian seluruh siswa bisa hadir tepat waktu,” kata dia.

Secara keseluruhan pelaksanaan UNBK di Buleleng berjalan lancar dengan 5.022 peserta dari 39 sekolah. Di hari pertama mata pelajaran Bahasa Indonesia, persentasi ketidakhadiran siswa sangat rendah, yakni hanya 9 peserta. Lima orang di antaranya berhenti tanpa alasan, satu orang mengundurkan diri, satu orang sakit, satu orang sudah bekerja dan satu orang lagi berhenti karena menikah.

Untuk kelancaran pelaksanaan UNBK di jenjang SMA, baik dari Panitia dan Disdik Bali sudha mberkoordinasi dengan PLN dna Telkom untuk jaminan kelancaran pelaksanaan baik listrik dan server jaringan komputer.

Sementara itu selain sekolah pelosok yang terancam jarak tempuh, sejumlah SMA di wilayah Kota juga masih meminjam sarana ke sekolah terdekat. Seperti SMAN 4 Singaraja, SM Karya Wisata dan SMA Baktiyasa Buleleng yang melaksanakan UNBK di SMKN 3 Singaraja. Kepsek SMAN 4 Singaraja, Putu Gede Artawan mengatakan sebanyak 310 orang siswanya mengikuti UNBK di SMKN 3 Singaraja karena keterbatasan sarana yang dimiliki.

Sejauh ini pihak sekolah baru siap 50 unit komputer. Masih jauh dari jumlah siswa yang dimiliki. “Selain itu kami baru pertama kali UNBK, dari segi teknisi dan proktornya kami belum siap, tetapi ke depannya kami tetap akan upayakan pemenuhan sarana mandiri secara bertahap,” kata dia.

Dengan pelaksanaan UNBK di sekolah lain ia pun mengaku ada sedikit beban psikologis yang dirasakan siswanya. Baik dari jarak tempuh ke tempat ujian dan juga penyesuaian diri di lingkungan sekolah tempat ujian. Kepala SMKN 3 Singaraja, I Nyoman Suartika sebagai sekolah menyelenggara UNBK dengan fasilitas dan sarana yang memadai, pihaknya kini menyediakan 9 lab komputer.

Pihaknya pun mengaku sesuai dengan arahan Disdik dan UPT menyesuaikan siswanya yang menjalani Proses Belajar Mengajar (PBM) seperti biasa agar tidak terjadi saling ketergantungan. Apalagi SMKN 3 Singaraja merupakan sekolah kejuruan yang memiliki jam pelajaran praktek di bengkel masing-masing.

“Kami atur, bagi lab yang dekat dengan bengkel pas anak-anak kami praktek agak dijauhkan sementara agar tidak bising. Tetapi kebanyakan mereka yang UNBK tidak terganggu karena ujiannya di ruang tertutup,” kata dia. *k23

Komentar