nusabali

Senderan Sungai Yehembang Jebol

  • www.nusabali.com-senderan-sungai-yehembang-jebol

Hujan deras beberapa hari terakhir ini membuat jebol senderan di seputaran kawasan muara Sungai Yehembang, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Jembrana. 

Di Buleleng, Senderan Setinggi 9 Meter Ambruk

NEGARA, NusaBali
Akibatnya akses jalan desa yang baru setahun dibangun, terancam rusak. Sementara di Buleleng senderan setinggi 9 meter di Geria Taman Dukuh, Banjar Dinas Kawan, Desa/Kecamatan Sawan jebol ketika hujan deras mengguyur, Jumat (12/2) malam.
Informasi yang dihimpun, Sabtu (13/2) terhitung ada empat titik senderan yang jebol. 

Dua titik di antaranya ada di utara Jalan Denpasar-Gilimanuk, Jembatan Yehembang. Sedangkan dua lagi berada di selatan jembatan, dekat muara menuju Pantai Yehembang. 

Namun dari ke empat titik tersebut yang paling parah adalah titik sebelah selatan jembatan di bagian sisi timur sungai. Pada titik terparah senderannya jebol hampir mencapai panjang 10 meter. Panjangnya senderan yang jebol pada titik itu telah menyebabkan longsor permukaan di atasnya yang kebetulan merupakan jalan alternatif menuju Setra Yehembang.

Jika senderan tidak segera ditangani, jalan desa tersebut lambat laun akan terputus, karena terus terkikis air sungai. Selain itu, senderan yang baru sekitar 3 tahun lalu dibangun oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida tersebut juga dikhawatirkan terus meluas.

Perbekel Yehembang, I Made Semadi, yang melakukan penijauan ke lokasi, Sabtu (13/2) mengatakan, longsor baru diketahui sejak hujan turun deras sekitar dua hari lalu. Kondisi ini sudah dilaporkan pihak BWS Bali Penida. "Kami berharap bisa segera mendapat penanganan," harapnya. 

Sementara di Buleleng, senderan setinggi 9 meter di Geria Taman Dukuh, Banjar Dinas Kawan, Desa/Kecamatan Sawan, ambles ketika hujan deras mengguyur, Jumat (12/2) malam. Diduga senderan tidak kuat menahan beban air hujan yang mengguyur wilayah Sawan dan sekitarnya sejak tiga hari lalu. Panjang senderan yang amblas mencapai 15 meter. Akibat amblasnya senderan itu, akses jalan alternatif Desa Sawan-Desa Sudaji sempat tertutup, sebelum dibersihkan secara gotongroyong oleh warga, Sabtu (13/2) pagi.
Perbekel Sawan, I Nyoman Wira mengatakan saat hujan deras volume air bertambah besar hingga meluber ke badan jalan. 

Sekitar pukul 16.30 Wita tanah terjal di atas jalan penghubung Desa Sawan menuju Desa Sudaji longsor. Tanah yang berbatasan dengan senderan beton milik Griya Taman Dukuh ikut tergerus. Bongkahan beton dan tanah seketika menutup satu-satunya jalan penghubung kedua desa dan beberapa desa tetangga lainnya.  “Kemungkinan karena airnya deras dari atas, sehingga tidak mampu menahan beban dan akhirnya terjadi tanah longsor. Akibat longsor itu, senderan Geria ikut tergerus,” katanya.

Pasca kejadian itu, pihaknya telah melaporkan kepada BPBD untuk melakukan pembersihan material longsoran. Kemarin pagi aparat desa, petugas kecamatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dibantu anggota TNI dan warga gotong royong membersihkan gundukan tanah dan bongkahan beton yang menutup badan jalan. Ketua DPRD Buleleng, Gede Supriatna sempat meninjau upaya pembersihan material tersebut setelah mendapat laporan atas peristiwa tersebut. Hasil pendataan kejadian itu menimbulkan kerugian meteri senilai Rp 30 juta. 7 ode, k19

Komentar