nusabali

Volume Sampah Meningkat 10 Truk

  • www.nusabali.com-volume-sampah-meningkat-10-truk

Ribuan pengungsi baik di posko induk GOR Swecapura, Desa Gelgel, Klungkung dan posko di balai banjar, terjadi penambahan sampah 10 truk/hari.

SEMAPURA, NusaBali

Volume sampah organik dan non organik di Kabupaten Klungkung naik drastis hingga 10 truk/hari. Kenaikan volume sampah ini seiring penambahan jumlah penduduk dari ribuan pengungsi bencana Gunung Agung asal Karangasem di Klungkung.

Petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Klungkung pun mulai kewalahan. Kepala DLHP Klungkung Anak Agung Kirana membenarkan hal tersebut. Dijelaskan, jumlah sampah di Klungkung pada hari biasa rata-rata 30 truk/hari. Kemudian setelah kedatangan ribuan pengungsi baik di posko induk GOR Swecapura, Desa Gelgel, Klungkung dan posko di balai banjar, terjadi penambahan sampah 10 truk/hari. “Jadi kini dalam sehari terdapat 40 truk sampah, dengan kapasitas setiap truk seberat 1,2 ton,” ujar Agung Kirana kepada NusaBali, Jumat (13/10).

Kata dia, petugas kebersihan sempat kewalahan mengatasi kondisi ini, mengingat saat ini Klungkung sudah darurat sampah. Akibat kondisi TPA Sente, Kecamatan Dawan, Klungkung, sudah overload.

Kata Agung Kirana, setelah kondisi ini berjalan selama tiga hari akhirnya semua kembali berjalan normal. Pihaknya juga melibatkan pihak desa untuk memberdayakan tempat pengelolaan sampah terpadu (TPST). “Kami juga melibatkan para pengungsi untuk menjaga kebersihan lingkungan. Bahkan mereka juga turut diberdayakan untuk membersihkan lingkungan sekitarnya,” ujar Kirana.

Pihaknya mengimbau agar tidak membuang sampah sembarangan dengan memasang spanduk larangan membuang sampah sembarangan di lokasi-lokasi strategis. Antara lain, di selatan GOR Swecapura yang berdekatan dengan saluran irigasi subak.

Sementara itu, karena kondisi TPA overload maka sampah itu dikelola sedemikian rupa oleh petugas kebersihan. Caranya, memilah sampah plastik dan dikirim ke bank sampah untuk didaur ulang. Kemudian sebagian besar sampah organik dikelola menjadi pupuk organik. “Untuk residu sampah baru dibuang ke TPA,” katanya. *wa

Komentar