nusabali

Kera Masuk Rumah, Tiga Warga Tergigit

  • www.nusabali.com-kera-masuk-rumah-tiga-warga-tergigit

Warga Banjar Kebon, Warga Banjar Kebon, Desa Pandak Gede, Kecamatan Kediri, Tabanan resah akibat ulah kawanan kera liar masuk ke perumahan penduduk.

Musibah di Desa Pandak Gede


TABANAN, NusaBali
Masalahnya, kera-kera tersebut galak dan menyerang warga. Bahkan, ada tiga warga di Banjar Kebon yang sempat digigit kera liar tersebut, hingga harus dilarikan ke rumah sakit.

Ketiga krama Banjar Kebon, Desa Pandak Gede yang digigit kera liar masing-masing Ni Nyoman Triana Dewi, 11, Ni Made Dehi Kesami Dewi, 11, dan I Made Widia, 82. Dua dari mereka diserang kawanan kera liar berjumlah 7 ekor, Rabu (30/8) petang sekitar pukul 18.00 Wita.

Korban terparah adalah Ni Nyoman Triana Dewi, siswi Kelas V SD yang dicakar kera liar saat asyik nonton TV di teras rumahnya. Bocah perempuan berusia 11 tahun ini pun harus mendapatkan 10 jahitan akibat luka cakar di bagian kepala.

Sedangkan korban Ni Made Dehi Kesami Dewi digigit kera liar di bagian kaki kiri. Bocah perempuan berusia 11 tahun ini diserang kera liar saat berjalan di gang depan rumahnya, hingga harus mendapatkan 2 jahitan atas lukanya. Sementara I Made Widia digigit kera di tangan kanan. Pekak berusia 87 tahun ini diserang kera liar di bagian tangan kanan.

Pantauan NusaBali, hingga Jumat (1/9), bocah Nyoman Triana Dewi masih diperban akibat luka cakaran kera. Menurut ayahnya, I Made Suana, putrinya ini diserang kera, Rabu petang sekitar pukul 18.00 Wita, saat tengah duduk di kursi teras rumahnya sambil nonton TV. Tanpa diketahui dari mana datangya, seekor kera tiba-tiba muncul dan langsung mencakar kepala bocah Trian Dewi.

Dalam kondisi terkejut, Triana Dewi secara reflek melepaskan cakaran kera, kemudian menangis histeris memanggil neneknya. Menurut Made Suami, cakaran kera di kepala purinya cukup parah, hingga mengeluarkan banyak darah. Saking banyaknya darah mengucur, ibunda korban Triana Dewi sampau jatuh pingsan, karena shock melihat kondisi putrinya.

Agar tidak terjadi hal yang fatal, kata Mede Suana, bocah Triana Dewi petang itu langsung dibawa ke BRSUD Tabanan untuk mendapatkan pertolongan. "Anak saya ini mendapatkan 10 jahitan atas luka cakaran kera,” cerita Made Suana saat ditemui NusaBali di rumahnya kawasan Banjar Kebon, Desa Pandak Gede, Jumat kemarin.

Menurut Made Suana, selahit lukanya dijahit, bocah Triana Dewi juga diberikan vaksin anti rabies (VAR) di BRSUD Tabanan. Beruntung, putri ciliknya ini tidak sampai dirawat inap dan malam itu langsung dibolehkan pulang dari BRSUD Tabanan, seisai mendapatkan tindakan medis.

Made Suana mengisahkan, informasi yang dia terima, kawanan kera liar berjumlah 7 ekor sempat muncul di SDN 2 Pandak Gede sembari mengejar para siswa, sebelum kemudian menyerang Triana Dewi petang harinya. “Saya heran dengan perisiwa ini. Padahal waktu kejadian, saya berada di rumah, tapi tidak tahu dari mana kera-kera liar itu datang hingga mencakar anak saya," jelas Made Suana sembari mengatakan anaknya, Triana Dewi, masih trauma dan tidak mau pergi ke mana-mana pasca diserang kera.

Pada saat hampir bersamaan, Rabu petang, Pekak (Kakek) Made Widia juga menjadi korban gigitan kera liar. Saat itu, Pekak Widia sedang duduk di teras depan rumahnya. Semula, dia melihat ada kera di atas palinggih. Dia pun berusaha mengusir kera tersebut dengan tangan kosong.

Namun, kera yang diusir dari atas palinggih malah berbalik lompat dan menggigit tangan kanan Pekak Widia. "Saya langsung bawa ayah ke rumah sakit untuk mencari vaksin, karena takut terjadi apa-apa," cerita anak dari Pekak Widia, I Made Budi Artawan, Jumat kemarin.

Sementara, satu korban lainnya yakni bocah Ni Made Dehi Kesami Dewi, digigit kera liar di bagian kaki kanan. Bedanya, bocah SD ini telah lebih dulu diserang kera liar, sekitar dua pekan lalu. Akibatnya, Kesami Dewi harua mnendapatkan 2 jahitan atas lukanya. "Tidak tahu dari mana datangnya kera, tiba-tiba sudah muncul dan menggigit keponakan saya,” kenang paman dari Kesami Dewi, I Komang Sugianta, Jumat kemarin.

Menurut Komang Sugianta, awalnya bocah Kesami Dewi pergi dari rumah hendak buang sampah bersama ibunya, pagi sekitar 06.00 Wita. Ketika melewati gang di depan rumahnya, bocah Kesami Dewi tiba-tiba diserang kera. "Kami langsung bawa Kesami Dewi ke rumah sakit, karena khawatir terjadi sesuatu. Rencananya, besok (hari ini, Red) keponakan saya akan kontrol kembali ke rumah sakit dan sekalian mendapatkan vaksin kedua," beber Sugianta.

Menurut Sugianta, kera-kera liar yang telah menyerang tiga warga di Banjar Kebon, Desa Pandak Gede diperkirakan datang dari Alas Uug yang berada di perbatasan Desa Nyambu (Kecamatan Kerambitan) dan Desa Kaba Kaba (Kecamatan Kediri). Alas (Hutan) Uug luasnya hanya sekitar 50 are, namun dihuni kera dengan populasi cukup banyak.

Sugianta menyebutkan, warga sekitar Alas Uug juga resah karena meraswa terganggu, terutama lantaran hasil perkebunan dan cocok tanam lainnya selalu dirusak kera liar. "Kemungkinan kera yang tersisih di Alas Uug pergi ke pemukiman Banjar Kebon, Desa Pandak Gede dalam kondisi kelaparan," tandas Sugianta.

Sementara itu, Kelian Dinas Banjar Kebon, Desa Pandak Gede, I Putu Yoga Arsana, menyatakan banjarnya kini dalam kondisi siaga satu menyusul serangan kera liar. Warga setempat pun diimbau membawa kayu sebagai senajata melawan kera, bila bepergian. "Kami resah, anak-anak dan orang tua menjadi sasaran serangan kera,” ujar Yoga Arsana kepada NusaBali, Jumat kemarin.

Menurut Yoga Arsana, pihaknya telah mendapatkan bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan untuk menangkap kera-kera liar. Hingga saat ini, ada 7 ekor kera liar yang serang wilayah Desa Pandak Gede, namun susah ditangkap maupun ditembak. "Dari 7 ekor kera itu, 2 di antaranya berperawakan besar, dengan taring menyeramkan,” beber Yoga Arsana.

Yoga Arsana menyebutkan, habitat kera ini sudah sejak dulu ada di sebelah timur banjarnya, berbatasan dengan Tukad Yeh Sungi. Hanya saja, baru kali ini terjadi kasus kera-kera liar menggigit warga. “Kemungkinan 7 kera ini tersisih di habitannya dan datang ke pemukiman Banjar Kebon dalam kondisi kelaparan,” jelas Yoga Arsana.

Dikonfirmasi NusaBali secara terpisah, Jumat kemarin, Kabid Rehabilitasi dan Logistik BPBD Tabanan, I Putu Trisna Widiatmika, mengatakan pihaknya sudah langsung menerjunkan tim ke lokasi serangan kera di Banjar Kebon, Desa Pandak Gede dengan membawa senapan angin, begitu mendapat laporan. Perburuan kera dilakukan sampai ke areal persawahan dan perkebunan warga.

Sayangnya, kata Trisna Widiatmika, hingga kemarin belum ada satu kera pun yang bisa ditangkap hidup maupun ditembak. "Kera itu sempat muncul, tapi menghilang lagi. Mudah-mudahan segera bisa tertangani," tandas Trisna Widiatmika. *d

Komentar