nusabali

Pemkab Kendalikan Ikan Ganas di Danau Batur

  • www.nusabali.com-pemkab-kendalikan-ikan-ganas-di-danau-batur

BANGLI, NusaBali - Pemkab Bangli menggelar gebyar penanganan ikan ganas atau red devil di Danau Batur, Kecamatan Kintamani, Bangli, Jumat (5/4). Kegiatan ini alam upaya pengendalian ikan ganas di danau tersebut.

Kegiatan tersebut juga dirangkaian penuangan eco enzym. Kegiatan dipimpin oleh Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta. Turut hadir dalam acara tersebut Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan I Nyoman Parta, anggota Forkompimda Kabupaten Bangli, pimpinan perangkat daerah Kabupaten Bangli, dan para undangan terkait.

Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Bangli Wayan Sarma mengatakan gebyar penanganan ikan invasif red devil dirangkaikan dengan gertak Eco-Enzym Bangli Bisa Periode II Tahap I. Menurut Sarma, perkembangan ikan red devil ini sangat pesat. Dampaknya, yakni terancam punahnya ikan endemis Danau Batur hingga mengancam keberadaan keanekaragaman hayati atau biodiversity yang sesungguhnya merupakan bagian penting dari Geopark.

Lanjutnya, dalam upaya menekan perkembangan red devil, pihaknya pernah menawarkan hasil tangkapan ikan red devil ini kepada pengelola taman safari, yang kiranya bisa menjadi pakan hewan di sana. Ternyata tidak memenuhi syarat. Kemudian upaya lainnya melalui  pemanfaatan ikan red devil untuk menjadi kuliner yaitu berupa olahan krispi  "Saat ini sudah ada 2 kelompok binaan kami, akan tetapi serapan bahan baku mereka belum maksimal," ungkapnya.

Ke depan, ada empat kegiatan yang telah dirancang yakni melalui gebyar sebagai bentuk sosialisasi dan edukasi bahwa red evil adalah ikan infasif yang menjadi musuh bersama. Kemudian penangkapan red devil oleh masyarakat pesisir. Hasil tangkapan ditawarkan kepada  pengusaha pabrik pakan ternak di Pengambengan, Jembrana. Ikan ini untuk diolah menjadi tepung ikan. Berikutnya peningkatan SDM para bendega dan para pengolah, untuk bisa meningkatkan volume usahanya dan pelepasan benih ikan endemis Danau Batur.7esa

Komentar