nusabali

Ikuti Tubektomi Dapat Uang Pengganti

Dinas KB Tabanan Sediakan KB Gratis

  • www.nusabali.com-ikuti-tubektomi-dapat-uang-pengganti

TABANAN, NusaBali - Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Besar (PPKB) Tabanan tahun 2024 menyiapkan alat kontrasepsi keluarga berencana secara gratis. Bahkan setahun ini ditarget 4.400 akseptor KB baru.

Saat ini layanan KB gratis itu telah menyasar di Kecamatan Pupuan dan Kecamatan Tabanan. Sementara untuk kecamatan lain masih dibuatkan jadwal usai kegiatan orientasi kader TPK (Tim Pendamping Keluarga).

Kepala Dinas PPKB Tabanan Ni Wayan Mariati menegaskan layanan KB gratis ini rutin dilakukan. Bahkan untuk tahun 2024, ditarget 4.400 akseptor KB baru. "Kita rutin lakukan pelayanan KB gratis semua jenis," ujarnya, Rabu (3/4).

Disebutkan, layanan gratis ini menyasar setiap kecamatan sesuai jadwal. Bahkan layanan sudah dilakukan di Kecamatan Pupuan dan Tabanan. Sementara untuk kecamatan lain masih dibuatkan jadwal. "Layanan gratis yang kita lakukan mekanismenya menggunakan mobil pelayanan KB keliling," tegasnya.

Mariati menambahkan layanan KB gratis tak hanya mengandalkan layanan keliling. Namum setiap puskesmas pembantu, rumah sakit, praktik mandiri, bidan maupun rumah sakit swasta juga menyediakan layanan KB gratis. "Astungkara target 4.400 akseptor baru bisa kita capai," katanya.

Tegas Mariati dalam urusan pelayanan KB terutama jenis Tubektomi di rumah sakit, seluruh biaya ditanggung oleh DPPKB. Serta bagi mereka yang mengikuti tubektomi mendapatkan uang pengganti karena tidak bekerja selama tiga hari. "Mereka mendapat uang pengganti selama tiga hari sebesar Rp 450.000, sehari dapat Rp 150.000," bebernya.

Dia menegaskan tujuan pelayanan kontrasepsi gratis ini berorientasi untuk peningkatan kualitas keluarga. Program KB pun kini sebagai pendukung utama menurunkan stunting, mengentaskan kemiskinan ekstrem dan pengendalian inflasi.
"KB difungsikan untuk mengatur jarak kehamilan dan kelahiran sehingga dapat mencegah stunting  sebagai upaya untuk mewujudkan keluarga berkualitas dengan jumlah anak sesuai dengan daya tampung dan daya dukung masing-masing keluarga," tandasnya.7des

Komentar