nusabali

Rumah Penyandang Disabilitas Terbakar

  • www.nusabali.com-rumah-penyandang-disabilitas-terbakar

GIANYAR, NusaBali - Rumah milik I Wayan Lasia, 35, di Banjar Pokas, Desa/Kecamatan Blahbatuh, Gianyar terbakar, Selasa (27/2). Penyebab kebakaran diduga akibat arus pendek listrik. Rumah reot itu ditempati penyandang disabilitas Wayan Lasia bersama ayah, paman, dan bibinya yang sudah tua. Petugas Pemadam Kebakaran datang ke lokasi dengan dua unit mobil pemadam kebakaran.

Informasi di lapangan, kebakaran terjadi sekitar pukul 02.30 Wita. Kamar tidur yang ditempati Wayan Lasia terbakar. Tidak ada korban jiwa dari musibah ini, Wayan Lasia saat kejadian tidur di teras rumah. Kobaran api pertama kali dilihat oleh Wayan Lasia. Dengan keterbatasannya, dia berusaha membangunkan ayahnya I Ketut Darta, 70, pamannya I Nyoman Tama, 81, dan bibinya Ni Ketut Puji, 84. Mereka kemudian minta bantuan tetangga. 

Kapolsek Blahbatuh, Kompol Made Tama, mengatakan warga berdatangan ke lokasi untuk memadamkan api. “Sekitar pukul 02.50 Wita, dua unit mobil Damkar Gianyar tiba di TKP dan melakukan pemadaman dibantu anggota Polsek Blahbatuh, Bhabinkamtibmas, Bhabinsa, dan warga sekitar,” ungkap Kompol Made Tama, Kamis (29/2). Sekitar pukul 03.40 Wita, api berhasil dipadamkan. Kobaran api menghanguskan 2 buah kasur kapuk dan sebuah lemari pakaian berbahan kayu. Kerugian ditaksir sekitar Rp 10 juta. “Penyebab kebakaran kemungkinan akibat korsleting listrik,” duga Kompol Made Tama. 

Musibah ini mendapatkan perhatian dari komunitas Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Wilayah Bali. Ketua Rapida Bali, I Gusti Ngurah Dibya Presasta tergerak menghimpun donasi. Ngurah Dibya yang menjabat Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Gianyar juga berkoordinasi dengan Dinas Perkim terkait bantuan bedah rumah. “Hingga siang ini sudah puluhan donasi yang masuk. Jumlah direkap besok siang,” jelas Ngurah Dibya, Kamis. (29/2). 

Donasi yang terkumpul rencananya dibawa langsung ke rumah Wayan Lasia, Jumat (1/3) hari ini. “Rencana kami donasi berupa sembako dan uang tunai. Bedah rumah kami rujuk ke Dinas Perkim Gianyar dan bantuan sosial bencana ke BPBD Gianyar,” ujar Ngurah Dibya. 7 nviA

Komentar