nusabali

Jenazah Perempuan yang Ditemukan Mengapung di TNBB Dijemput Keluarga

  • www.nusabali.com-jenazah-perempuan-yang-ditemukan-mengapung-di-tnbb-dijemput-keluarga

INGARAJA, NusaBali - Jenazah Komsiatun, 45, perempuan yang ditemukan tewas mengapung di perairan Prapat Agung, Taman Nasional Bali Barat (TNBB), di wilayah Banjar Dinas Tegal Bunder, Desa Sumberkelampok, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, telah dipulangkan. Keluarga korban menjemput jenazah perempuan di RSUD Buleleng, Kota Singaraja.

Kasi Humas Polres Buleleng, AKP Gede Darma Diatmika menyampaikan pihak kepolisian menyerahkan jenazah asal Kelurahan/Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur tersebut pada pihak keluarga, pada Sabtu (20/1) sekitar pukul 11.30 Wita di RSUD Buleleng. Kendati demikian, proses penyelidikan kasus ini tetap berlangsung.

“Anggota sudah menyerahkan jenazah pada perwakilan keluarganya, bertempat di RSUD Buleleng. Diterima oleh keluarganya bernama Rusdu, yang merupakan kakak kandung korban,” ujar AKP Diatmika, dikonfirmasi Minggu (21/1) siang.

Jenazah Komsiatun yang sebelumnya ditemukan tanpa kartu identitas apapun berhasil diidentifikasi Tim Inafis Sat Reskrim Polres Buleleng bersama Labfor Polda Bali pada Jumat (19/1). Polisi lalu menghubungi Tumito, Kepala Desa Plumpang, untuk mengkonfirmasi identitas korban.

Saat dikonfirmasi itu, polisi menerima informasi jika korban memiliki riwayat depresi dan kanker otak. “Korban memiliki riwayat depresi karena perceraian dan kanker otak. Korban diketahui linglung dan sering hilang. Keterangan pihak keluarga, korban juga sempat menghilang dan ditemukan di daerah Lombok, NTB,” ungkapnya.

Untuk saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kematian korban dan bagaimana bisa berada di perairan TNBB. Apalagi berdasarkan pemeriksaan tim medis, dugaan sementara penyebab meninggalnya bukan karena tenggelam. “Meskipun keluarga sebut ada riwayat penyakit, tetapi saat ini masih dilakukan penyelidikan terkait,” lanjutnya.

AKP Diatmika menyebut pihaknya belum dapat menyimpulkan apakah Komsiatun tewas akibat bunuh diri, atau karena faktor lain. Sebab upaya autopsi untuk mencari tahu penyebab kematiannya batal dilakukan, lantaran tidak mendapatkan izin dari pihak keluarga.

“Jenazah tidak jadi diautopsi karena tidak ada izin dari keluarga. Jadi penyelidikan hanya dapat dilakukan dengan melakukan pemeriksaan saksi-saksi yang ada di sekitar lokasi temuan jenazah,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, mayat wanita tanpa identitas ditemukan mengambang di perairan Prapat Agung Taman Nasional Bali Barat (TNBB) di wilayah Banjar Dinas Tegal Bunder, Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, Buleleng pada Kamis (18/1) pagi sekitar pukul 09.00 Wita. Mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh dua orang nelayan yang tengah melaut.

Belakangan identitas mayat itu terungkap dari pemeriksaan sidik jari korban, pada Jumat (19/1). Pemeriksaan dilakukan menggunakan alat khusus milik Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis), yang terintegrasi dengan basis data kependudukan. “Dari sidik jari itu, dicocokkan dengan sidik jari dari identitas yang tertera di e-KTP,” jelasnya.

Hasil pemeriksaan data sidik jari tersebut identik dengan sidik jari milik warga bernama Komsiatun, 45, asal Kelurahan Plumpang, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. “Dari hasil pemeriksaan dan perbandingan sidik jari dengan data sidik jari e-KTP atas nama Komsiatun dinyatakan identik,” lanjutnya.7 mzk

Komentar