nusabali

Masuk ke Jeroan Pantang Pakai Alas Kaki, Jika Melanggar Bisa Linglung

Sisi Unik Pura Dalem Tungkub Mengwi di Desa Adat Umabian, Desa Peken Belayu, Marga, Tabanan

  • www.nusabali.com-masuk-ke-jeroan-pantang-pakai-alas-kaki-jika-melanggar-bisa-linglung

Secara niskala di Pura Dalem Tungkub Mengwi diyakini dapat memberikan pasupati terhadap seorang balian atau paranormal untuk memohon kawisesan

TABANAN, NusaBali
Pura Dalem Tungkub Mengwi yang terletak di Desa Adat Umabian, Desa Peken Belayu, Kecamatan Marga, Tabanan dikenal memiliki keunikan tersendiri. Pamedek saat masuk ke areal Utamaning Mandala pantang menggunakan sandal atau alas kaki lainnya. Larangan itu sampai saat ini dipegang teguh oleh pangempon pura yang berjumlah 137 kepala keluarga (KK) di Desa Adat Umabian. Bagi pamedek atau pangempon yang melanggar pantangan itu bisa linglung atau tidak tahu arah. Hal itu pun sudah kerap terjadi bagi melanggar pantangan.

Pamangku Pura Dalem Tungkub Mengwi, Jero Mangku I Made Subakti mengatakan pantangan itu telah berlaku secara turun temurun. Sebab jika dilanggar diyakini mengakibatkan orang yang masuk ke pura linglung. “Kalau dilanggar itu bisa membuat linglung. Sempat dulu ada yang menggunakan sandal, linglung tidak tahu arah," ujar Mangku Subakti, Rabu (27/12).


Untuk itu bagi yang sudah melakukan hal tersebut untuk menghindari linglung berkepanjangan bisa dilakukan dengan ngaturang Guru Piduka lengkap dengan upakaranya. Pantangan itu ada karena sejak dulu diyakini jeroan pura sebagai antena penghubung pertiwi dan akasa (tanah dan langit). Selain itu keunikan lainnya secara niskala di Pura Dalem Tungkub Mengwi sebagai manifestasinya Sang Hyang Siwa juga diyakini dapat memberikan pasupati terhadap seorang balian atau paranormal untuk memohon kawisesan.

"Pura Dalem Tungkub Mengwi secara garis besar ada hubungannya dengan Taman Ayun, Pura Uluwatu dan Puri Mengwi," tegasnya. Mangku Subakti juga menjelaskan sumber tentang asal-usul pendirian pura ini tidak ada purana secara pasti dan jelas yang khusus menyebutkan tentang Pura Dalem Tungkub Mengwi. “Pura ini berdiri pada saat pemerintahan Ida Cokorda Mengwi sesudah berkeraton di Puri Agung Mengwi sekarang dengan bertaman di Taman Ayun sekitar tahun 1634 masehi. Berdirinya Pura diyakini berdasarkan hasil meditasi spiritual Ida Cokorda Mengwi pada saat itu,” bebernya.


Dalam usaha itu muncullah kekuatan spiritual di pinggir Sungai Yeh Sungi hingga sampai saat ini diwariskan sebagai tempat suci. Sebagai tempat memuja manifestasi Ida Sang Hyang Widhi saktinya Siwa, yakni Bhatari Durga dengan gelar Ida Bhatara Dalem Tungkub Mengwi.

"Sejak zaman dahulu pura ini dipandang sebagai tempat paruman para Dewa-Dewi. Hingga saat ini setiap Angga Puri yang mengalami kesulitan selalu memohon panugerahan Ida Bhatara Dalem Tungkub agar dapat mengatasi segala cobaan dan godaan hidup," tegasnya. Mangku Subakti juga menegaskan sejalan dengan asal-usul berdirinya pura ini juga terselip juga asal-usul berdirinya Desa Adat Umabian. "Penghuni Desa Adat Umabian merupakan utusan Ida Cokorda Mengwi mengiringi Pepatih Beliau Jero Gede Bakungan bertujuan untuk menjaga kesucian dan kelestarian Palinggih Ida Bhatara Dalem Tungkub Mengwi," tandasnya. Piodalan atau Pujawali di Pura Dalem Tungkub Mengwi jatuh pada Anggara Kliwon Medangsia. 7 des

Komentar