nusabali

Chandra Berata Tantang Joko Suprianto di Final

  • www.nusabali.com-chandra-berata-tantang-joko-suprianto-di-final

DANANG, NusaBali - Pebulutangkis Bali Made Chandra Berata melaju ke final, setelah di semifinal menumbangkan andalan Malaysia Chin Hooi Chuah 21-6, dan 21-8 pada nomor tunggal putra 55 tahun+  Kejuaraan Badminton Asia Senior Open 2023, di Tien Son Sport Center, Danang Vietnam, Sabtu (16/12).

Di laga final, Chandra Berata menantang juara dunia 1993, Joko Suprianto. Joko sendiri di semifinal mencatat kemenangan meyakinkan atas Prabhakaran Ponnengattil dari Uni Emirat Arab, 21-6, 21-4.

Chandra Berata sensiri sebenarnya tidak diunggulan di kejuaraan itu. Dia bergabung di grup B, dengan hasil menang dua kali, masing-masing atas unggulan kedua Maran Thangevelu (India) 21-5 dan 21-8, dan Prabhakaran Ponnengattil, 21-16, dan 21-3, sehingga menjadi juara grup B.

Sedangkan runner up grup B Prabhakaran Ponnengattil, sehingga di semifinal menghadapi juara grup A Joko Suprianto. Sedangkan Chandra Berata menghadapi runner grup A Chin Hooi Chuah. Baik Chandra maupun Joko sama-sama membukukan kemenangan telak sejak babak penyisihan grup hingga semifinal.

Peluang Chandra Berata menang di final pun diprediksi 50-50. Namun dia perlu mewaspadai Joko Suprianto, karena menang pengalaman internasional, Apalagi kualitasnya sebagai pemain kaliber dunia. Selain juara dunia 1993, Joko juga juara World Badminton Grand Prix 1993 dan 1995, juara Swiss Open 1992, Korea Open 1993, juara US Open 1996.

Tetapi keuntungan didapatkan Chandra Berata. Pemain Klub Menang Kalah Sehat Singaraja itu tidak diunggulan sehingga tampil tanpa beban, dan diharapkan mampu bermain lepas. 

Namun Chandra Berata sendiri mengakui, Joko Suprianto pemain hebat. "Mas Joko (Joko Suprianto) mainnya rapi, dan punya banyak pengalaman, saya berharap pertandingan nanti seru dan ramai," kata Chandra Berata, melalui sambungan telepon dari Danang, Vietnam.

"Saya berusaha berjuang, untuk mengejar bola-bola dari mas Joko," kata pelati, Shiranuka Junior High School (setingkat SMP) Jepang, sejak 2019 itu.

Sedangkan pengalaman internasional Chandra Berata, peraih dua medali emas dan satu perak di Pesta Olahraga Asia Pacific Master Games, Penang, Malaysia 2018. Mantan pemain bulutangkis PON XI Bali 1989 itu tetap akan berusaha mengimbangi permainan Joko Surpianto. “Di pertandingan final, apa pun bisa terjadi.  Mudah-mudahan tidak ada kendala non teknis, secara teknis sudah siap berlaga di final," kata Chandra Berata, yang juga pelatih Pusdiklat Aqua Bali 1995-1997. k16

Komentar