nusabali

Ubud Jadi Pilot Project Pengembangan Destinasi Gastronomi Dunia

  • www.nusabali.com-ubud-jadi-pilot-project-pengembangan-destinasi-gastronomi-dunia

GIANYAR, NusaBali - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, memberikan sambutan secara virtual saat pembukaan Workshop for UNWTO Gastronomy Tourism Development di Royal Pita Maha, Desa Kedewatan, Kecamatan Ubud, Gianyar, Kamis (14/12).

Sandiaga Uno mengatakan, ragam kuliner tradisional di Ubud bukan sekadar bicara makanan, melainkan sudah menyatu dengan kearifan budaya lokal di Bali. Ubud dicanangkan sebagai pilot project pengembangan destinasi gastronomi dunia.

Direktorat Wisata Minat Khusus Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mencanangkan Ubud sebagai pilot project pengembangan destinasi gastronomi dunia. Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Event), Vinsensius Jemadu mengatakan, Ubud terpilih karena berbagai pertimbangan. “Kami memilih Ubud dari berbagai pertemuan observasi dan melalui beberapa interview, interaksi dengan masyarakat di sini. Kami coba usulkan ke UNWTO untuk angkat Ubud sebagai destinasi gastronomi sekaligus sebagai pilot project pengembangan gastronomi di Indonesia,” jelas Vinsensius.  

Salah satu langkah cepat pasca penetapan Ubud sebagai destinasi gastronomi dunia yakni pembentukan Gastronomi Club Ubud. Komunitas ini yang nantinya menjadi wadah berbagi pengalamam dan pengetahuan seputar gastronomi. Tidak saja tentang makanan, juga sejarah dan proses makanan itu sendiri. “Kemenparekraf berharap ini jadi sukses stories yang ke depannya akan terapkan di destinasi unggulan lainnya,” tegas Vinensius. Roadmap terkait gastronomi Ubud telah dibukukan. Selanjutnya melakukan pembahasan mengenai langkah-langkah untuk implementasi program. “Nanti bisa dikolaborasikan antara Kemenparekraf dan stakeholder yang lebih luas,” imbuhnya. 

Gastronomi Ubud selama ini sudah menjadi daya tarik yang mendominasi minat wisatawan berkunjung ke Bali. “Kami ada portofolio wisata. Tujuan wisatawan berkunjung ke Bali utamanya Indonesia 60% karena budaya, 30% karena alam, 5% wisata buatan. Gastronomi masuk dalam culture budaya. Jadi begitu besar bahkan dari statistik UNWTO sebagian besar wisatawan datang ke Indonesia karena budaya. Itulah kekuatan kita. Mengapa gastronomi kami kembangkan karena sangat diminati wisatawan,” jelas Vinsensius. 

Workshop dihadiri Leading Expert on Gastronomy Tourism and Professor of Tourism Management Roberta Garibaldi, Ketua Tim Gastronomi Ubud Cokorda Gede Bayu Putra Sukawati, Asisten Administrasi Setda Gianyar I Ketut Pasek Lanang Sadia, dan stakeholder lainnya. 7 nvi

Komentar