nusabali

Peluang Lolos Tipis, Bali United Tegaskan Berjuang Hingga Akhir

  • www.nusabali.com-peluang-lolos-tipis-bali-united-tegaskan-berjuang-hingga-akhir

GIANYAR, NusaBali - Peluang Bali United lolos dari fase grup bertambah berat, usai kalah 1-2 dari Central Coast Mariners (Australia), di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Rabu (8/11). Meski demikian, Skuad Serdadu Tridatu akan berjuang hingga laga terakhir Grup G AFC Cup.

“Ini laga yang berat dan lawan juga punya peluang. Mereka tim yang bagus dan punya kualitas. Kami punya hilang konsentrasi pada gol pertama mereka, tetapi kami mampu membalas melalui counter attack Jefferson yang sangat berkualitas,”kata pelatih kepala Bali United Stefano ‘Teco’ Cugurra

Kekalahan 1-2 dari CC Mariners membuat Bali United kini di peringkat tiga Grup G dengan empat poin. Dilansir dari laman resmi klub Bali United (baliutd.com), kekalahan itu kurang begitu menguntungkan bagi skuad asuhan Teco. Bahkan peluangnya cukup tipis untuk lolos ke 16 besar. 

Meski demikian, Bali United wajib menyapu semua kemenangan saat bertemu Stallion Laguna dan Trengganu FC apabila masih ingin lolos dari fase grup AFC Cup musim ini. Kini Bali United terpaut 4 poin dari empat laga yang dijalankan di Grup G AFC Cup. Pekan berikutnya, Bali United akan menjamu Stallion Laguna FC pada 29 November, di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar.

Selain itu, kata Teco, faktor keberuntungan tidak memihak timnya dan harus diterima karena harusnya Bali United bisa menang atau imbang di pertandingan. Namun Teco mengakui, pertandingan itu cukup berat dan lawan tim yang bagus dan punya kualitas. Dia juga mengatakan, timnya hilang konsentrasi pada gol pertama. 

Memasuki babak kedua, kami mencoba membuka permainan, tetapi pemain saya berbicara di ruang ganti kalau gol kedua bukanlah sebuah penalti. Kembali lagi, faktor keberuntungan tidak memihak kami dan harus kami terima karena harusnya kami bisa menang atau imbang di pertandingan ini,” kata Teco.

Teco mengeluhkan penalti yang didapat tim lawan. Menurutnya, kejadian Ardi Idrus terhadap Alou Kuol tidak layak diganjar hukuman penalti. Pada kejadian lain, wasit tidak menghadiahi Bali United dengan penalti saat pemainnya dijatuhkan di kotak lawan.

“Para pemain saya sepakat di ruang ganti, bahwa itu bukan penalti, jadi kami kebobolan satu gol lagi dari penalti, setelah itu kami melakukan pergantian pemain karena kami tertinggal,” kata Teco.

Teco sejatinya enggan berkomentar soal wasit. Namun masalahnya, kata Teco, wasit juga memberi dua penalti di Australia, dan timnya seharusnya mendapat penalti untuk setidaknya cetak satu gol. *

Komentar