nusabali

PSI Minta Masyarakat Sambut Pemilu dengan Gembira

Viral Ajakan Tidak Datang saat Kunjungan Jokowi ke Bali

  • www.nusabali.com-psi-minta-masyarakat-sambut-pemilu-dengan-gembira

GIANYAR, NusaBali  - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Gianyar prihatin atas viralnya percakapan grup WA (WhatsApp) yang meminta agar perbekel dan masyarakat tidak usah datang saat kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Desa Batubulan Kecamatan Sukawati, Gianyar beberapa hari lalu.

Ketua DPD PSI Kabupaten Gianyar, Dewa Gede Astiawan mengatakan terlepas dari apapun permasalahannya, Jokowi saat ini masih Presiden RI yang harus diteladani. “Semestinya harus dipahami bahwa hingga saat ini Bapak Jokowi masih berstatus sebagai Presiden Indonesia yang sah. Tidak semestinya ada permintaan seperti itu, apalagi oleh seorang mantan bupati yang juga ketua partai,”  ujar Astiawan di basecamp PSI Gianyar, Selasa (7/11).

Dewa Gede Astiawan berharap hal seperti ini tidak terjadi lagi. “Tidak ada lagi permintaan, apalagi arahan. Marilah dalam kontestasi ini diisi dengan pendidikan politik yang baik dan sehat, lebih baik focus beradu ide, gagasan dan program kerja. Kita dipercaya dan dipilih oleh rakyat, marilah gunakan kesempatan baik ini untuk hadir dan bekerja untuk rakyat,” ujar Astiawan.

Hal senada diungkapkan, Sekretaris DPD PSI Gianyar, Putu Eka Jaya Wirawan. Pihaknya mengajak seluruh pihak bersama-sama sukseskan pesta demokrasi ini dengan riang gembira. “Bersama-sama kita manfaatkan pemilu ini dengan bijak dan bertanggungjawab secara luber jujur dan adil untuk mendapatkan anggota legislatif berkualitas dan pasangan presiden wakil presiden terbaik dari seluruh kandidat yang baik,” ujarnya.

Sebelumnya, Bupati Gianyar periode  2018-2023, Made Agus Mahasyastra tak membantah soal viralnya ajakan tidak menghadiri acara Jokowi dalam grup WA. “Sudah tiga hari beredar kok baru nanya,” ujar Mahyastra saat dikonfirmasi NusaBali.

Ketua DPC PDIP Gianyar ini juga membantah bahwa pesan di grup WA tersebut sebagai perintah. Alasan Mahayastra, dirinya bukan sebagai atasan para perbekel. “Bukan arahan permintaan, karena saya bukan atasan mereka lagi,” tegas Mahayastra.nvi 

Komentar