nusabali

GENERASI Z DAN REVOLUSI INDUSTRI 6.0.

  • www.nusabali.com-generasi-z-dan-revolusi-industri-60

Revolusi Industri 4.0 yang menjadikan teknologi informasi sebagai panglima merupakan sejarah masa silam. Sedangkan, Revolusi Industri 5.0. yang memanusiakan teknologi informasi juga sudah diambang batas pengaruhnya. Era baru 6.0. sudah mulai mencengkram sistem pengetahuan dan keterampilan generasi Z.

Pada Revolusi Industri 4.0., generasi Z dipajankan pada perkembangan teknologi informasi, sehingga sistem pembelajaran tersambung ke sebuah jaringan besar internet. Pembelajaran di era industri 4.0 menuntut siswa agar mampu memiliki ketrampilan berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif. Keempat kemampuan tersebut membutuhkan proses berpikir tingkat tinggi (HOTS) yang menjadi bagian dari ketrampilan abad ke-21. Ketrampilan abad ke-21 ini membutuhkan adanya proses berlatih yang teratur dengan materi yang kontekstual. Pembelajaran yang mengajak siswa belajar dari kondisi real di lingkungan dan diajak untuk mampu menyelesaikan masalah.

Revolusi Industri 5.0 membawa inovasi teknologi yang memungkinkan penyediaan pendidikan yang lebih luas dan fleksibel. Misalnya, platform pembelajaran online, kursus daring, dan konten pendidikan digital memungkinkan akses pendidikan yang lebih mudah dan terjangkau bagi individu di seluruh dunia. Dalam era revolusi industri 5.0, misalnya perusahaan yang dapat menggabungkan teknologi dengan keahlian manusia akan memiliki keunggulan kompetitif. Kolaborasi antara manusia dan mesin dapat membantu perusahaan mencapai efisiensi yang tinggi, inovasi lebih baik, serta percepatan pemenuhan permintaan pelanggan. Kehadiran revolusi industri 4.0 dan 5.0 memberikan kontribusi besar terhadap pendidikan. Salah satunya adalah adanya inovasi pembelajaran yang berbasis teknologi yang memudahkan siswa dalam belajar tanpa mengenal ruang, waktu dan tempat. Society 5.0 adalah sebuah konsep masyarakat yang berpusat pada manusia dan berbasis teknologi. Pada era ini, masyarakat diharapkan mampu menyelesaikan berbagai tantangan dan permasalahan sosial dengan memanfaatkan berbagai inovasi yang lahir di era revolusi industri 4.0 untuk meningkatkan kualitas hidup manusia.

Apa itu Revolusi Industri 6.0.? Revolusi Industri 6.0 adalah era kemajuan teknologi yang mengubah cara kita hidup dan bekerja. Era industry 6.0 juga juga dapat membantu mengurangi beban hidup, seperti yang sebelumnya membutuhkan waktu yang lama menjadi cepat, teknologi semakin canggih dan menjadi lebih instan. Satu-satunya tujuan industri 6.0 adalah untuk memanfaatkan teknologi-teknologi baru, yang dapat diterapkan di seluruh dunia dan memberikan kekayaan, kemakmuran tanpa harus bekerja, dan memberikan pertumbuhan bagi negara-negara di seluruh dunia. Revolusi ini akan mendorong keselarasan hidup dengan alam.

Di era industri 6.0, perilaku pelanggan terlihat mengarah pada kebutuhan spesifik masing-masing, yang mendorong industri manufaktur maju untuk menyediakan personalisasi barang dan jasa secara massal. Era industri 6.0 memberikan peluang bagi industri dan penyedia jasa untuk meningkatkan kemampuan mereka demi lingkungan yang bebas kesalahan, nihil kegagalan, anti-kerapuhan, dan meningkatkan kapasitas produksi. Oleh karena itu, sistem pendidikan di manapun harus mampu melakukan tata kelola sumber daya insani anak usia dini, pendidikan dasar dan menengah, serta pendidikan tinggi, yang membekali pengetahuan dan keterampilan bebas kesalahan, nihil kegagalan, anti kerapuhan, dan meningkatkan kapasitas kreativitas dan produktivitas.

Jana Kertih  merupakan tata kelola insan Bali yang lebih difokuskan pada aspek tattwa dan susila yang berhubungan dengan kemuliaan manusia menuju manusia berkualitas suputra sadhu gunawan. Bagaimana kotekstualisasi jana kertih dengan era industri 6.0. yang menjadikan proses pemerolehan pengetahuan secara holistik dan berdampak pada realisasi diri. Dalam agama Hindu, realisasi diri merupakan tujuan  hidup, yaitu  penyatuan atman dengan brahman. Analognya dalam industri 6.0., pembelajaran ditujukan untuk mengetahui dan memahami alam semesta yang bebas kesalahan, nihil kegagalan, anti-kerapuhan, dan meningkatkan kapasitas produktivitas dengan selalu merespon tagihan jaman. Peranan SDM dalam perusahaan sangatlah berarti, sebab selaku penggerak utama dari segala aktivitas ataupun kegiatan industri dalam menggapai tujuan, yaitu untuk mendapatkan keuntungan ataupun untuk mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan. Oleh karena itu, sistem pendidikan yang tepat adalah menyiapkan peserta didik sejak usia dini sampai pendidikan tinggi menjadiu insan penggerak utama, bukan yang pintar atau bergelar tinggi dan sejenisnya. Sebagai guru penggerak, ia  berperan sebagai pemimpin dalam proses pembelajaran yang membantu pertumbuhan dan perkembangan peserta didik secara menyeluruh, aktif, dan proaktif yang berfokus pada peserta didik agar menjadi agen perubahan dalam ekosistem pendidikan. Semoga. 7

Oleh
Prof.Dewa Komang Tantra,MSc.Ph.D.
(Profesor Tetap Universitas Warmadewa)

Komentar