nusabali

Tradisi Peed di Desa Adat Sukawati Masih Lestari

  • www.nusabali.com-tradisi-peed-di-desa-adat-sukawati-masih-lestari

GIANYAR, NusaBali - Krama Desa Adat Sukawati, Kecamatan Sukawati, Gianyar masih melestarikan peed atau mapeed. Peed biasanya digelar setiap pujawali di Kahyangan Tiga secara beruntun selama 4 hari. Barisan peed tampak mengular dari jaba Pura Dalem Gede Sukawati menuju Pura Beji Cengcengan pada Anggara Kliwon Tambir, Selasa (26/9).

Anak laki-laki mengenakan udeng prada, krama istri dari anak-anak hingga PKK mengenakan bunga emas atau semanggi. “Krama berjalan beriringan menuju sumber air suci yang selanjutnya distanakan sebagai tirtha. Tirtha tersebut kemudian diperciki kepada krama yang menghaturkan sembah bhakti. Peed di Sukawati sudah ada sejak jaman kerajaan," jelas warga Desa Sukawati, I Nyoman Arjana Putra.

Mapeed berasal dari kata paid yang memperoleh awalan ma. Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia berarti usaha menarik sesuatu. Dalam mapeed, yang ditarik adalah kancut (seperti kancut pada penari Oleg Tamulilingan, red). Krama Desa Sukawati menggelar peed saat pujawali di Pura Dalem Gede Sukawati yang jatuh setiap Anggara Kasih Tambir serta pujawali di Pura Desa lan Puseh Desa Sukawati yang jatuh setiap Buda Kliwon Matal. 

Selama 4 hari rentetan upacara pujawali, peed selalu dilaksanakan setiap sore hari. Krama desa yang ingin mapeed sejak pagi sudah melakukan persiapan merias diri. Start di jaba pura, umbul-umbul, lelontek, dan sarana upakara lain berada di barisan terdepan. Disusul seperangkat gamelan, barulah peed mengikuti membentuk sebuah barisan panjang ke belakang yang juga ditutup oleh seperangkat gamelan. 7 nvi

Komentar