nusabali

Parade Gebogan Jadi Magnet Tanah Lot Kreatifood

  • www.nusabali.com-parade-gebogan-jadi-magnet-tanah-lot-kreatifood

Tanah Lot Kreatifood and Art Festival I, 7-9 Juli  2017, telah dibuka secara resmi Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, Jumat (7/7).

TABANAN, NusaBali

Parade gebogan menjadi magnet tersendiri acara pembukaan yang digelar di Daya Tarik Wisatawan (DTW) Tanah Lot, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Tabanan tersebut.

Pada acara pembukaan Festival Kreatifood And Art DTW Tanah Lot 2017, Jumat kemarin, ada 400 gebogan (susunan buah-buahan menjulang tinggi) yang diusung ibu-ibu PKK keliling DTW Tanah Lot. Gebogan sebanyak itu merupakan persembahan ibu-ibu PKK dari 8 desa adat di wilayah Kecamatan Kediri, yakni Desa Pakraman Beraban, Desa Pakraman Pandak Gede, Desa Pakraman Pandak Bandung, Desa Pakraman Kediri, Desa Pakraman Banjar Anyar, Desa Pakraman Abiantuwung, Desa Pakraman Nyitdah, dan Desa Pakraman Pejaten.

Masing-masing desa pakraman menampilkan 50 gebogan plus sekaa Baleganjur, pembawa papan nama, dan lelontekan. Dalam parade gebogan tersebut, masing-masing desa pakraman menerjunkan total 100 orang. Karena 8 desa pakraman yang tampil di hari pertama kemarin, maka ada 400 gebogan yang ikut parade, dengan total melibatkan 800 orang.

Parade gebogan dalam acara pembukaan Tanah Lot Kreatifood and Art Festival 2017, Jumat kemarin, menjadi dayak tari tersendiri bagi pengunjung, termasuk wisatawan asing. Sebab, gebogan yang dijinjing ibu-ibu PKK bentuk dan tingginya seragam. Buah-buahan yang digunakan pun seragam harus buah lokal.

Gerakan dalam parade gebogan ini menjadi sangat serasi, karena ibu-ibu PKK yang menjinjingnya dipilih sedemikian rupa, dengan tinggi badan dan berat badan hampir sama. Tinggi badan ibu-ibu PKK dibatasai kisaran 160-165 cm, sementara berat badan mereka dibatasan 55-60 kg. Kebaya dan kain yang dikenakannya pun seragam untuk maisng-masing kelompok. Pantauan NusaBali, parade gebogan tersebut diiringi oleh tabuh beleganjur dengan rute mengelilingi areal DTW Tanah Lot.

Menurut Seksi Acara Tanah Lot Kreatifood and Art Festival 2017, Putu Erawan, secara ekseluruhan ada total 1.150 gebogan yang ditampilkan selama tiga hari pelaksanaan Tanah Lot Kreatifood and Art Festival. Gebogan terebut persembahan ibu-ibu PKK dari total 23 desa pakraman se-Kecamatan Kediri. Mereka dapat jatah tampil (berparade) secara bergantian di hari berbeda.

Jika di hari pertama kemarin diikuti 400 gebogan dari 8 desa pakraman, maka pada parade hari kedua, Sabtu (8/7) ini akan menampilkan 350 gebogan dari 7 desa pakraman di Kecamatan Kediri. Rinciannya, Desa Pakraman Batan Pule, Desa Pakraman Kedungu, Desa Pakraman Babakan, Desa Pakraman Senapahan, Desa Pakraman Suralaga, Desa Pakraman Demung, dan Desa Pakraman Hyang Api.

Sedangkan pada hari terakhir, Minggu (9/7) besok, parade menampilkan 400 gebogan dari ibu-ibu PKK asal 8 desa adat di Kecamatan Kediri. Rinciannya, Desa Pakraman Kelaci Kaja, Desa Pakraman Kelaci Kelod, Desa Pakraman Cepaka, Desa Pakraman Kaba Kaba, Desa Pakraman Mundeh, Desa Pakraman Sanggulan, Desa Pakraman Jadi, dan Desa Pakraman Buwit.

"Jadi, ada total 1.150 gebogan dari 23 desa pakraman se-Kecamatan Kediri yang tampil parade selama tiga hari pelaksanaan Tanah Lot Kreatifood and Art Festival 2017. Setiap desa pakraman menerjunkan masing-masing 100 orang saat parade gebogan, termasuk penabuh baleganjur dan pembawa piranti lainnya,” jelas Putu Erawan dis ela acara pembukaan, Jumat kemarin.

Putu Erawan menegaskan, dalam parade gebogan ini, setiap desa pakraman diwajibkan menggunakan buah lokal, seperti sentul, nanas, salak, tomat, jeruk, dan apel Malang. Sedangkan jajan yang digunakan adalah jaja Bali jenis apem. Bukan hanya itu, tinggi gebogan pun dibatasi maksimal 30 cm di atas dulang, dengan tandingan buah 3 baris, kemudian hiasan janur menggunakan janur lokal pula. "Ketentuan ini harus diikuti oleh seluruh desa pakraman, untuk menciptakan keserasian," tandas Erawan.

Selain itu, masing-masing gebogan juga wajib menggunakan hati (bagian dalam) batang pisang. Tujuannya, agar para ibu PKK bisa menusuk buah lokal dicantelkan ke batang pisag, untuk kreativitas seni. Jika buah tidak ditusuk, maka ketradisionalanya dinilai kurang. "Makanya, sengaja ada ketentuan menggunakan jaja apem. Sebab, jaja apem tersebut khas buatan krama Bali," beber Erawan.

Menurut Erawan, parade gebogan di ajang Tanah Lot Kreatifood and Art Festival 2017 ini dilombakan alias diadakan penilaian. Nantinya, sang juara berhak atas uang pembinaan sebesar Rp 10 juta. Sedangkan peringkat runner-up dan posisi ketiga, masing-masing memperoleh Rp 7 juta dan Rp 5 Juta.

Sementara, Manajer Operasioanal DTW Tanah Lot, I Ketut Toya Adnyana, menyatakan salut atas semangat ibu-ibu PKK dalam parade gebogan kemarin. “Meskipun di bawah guyuran hujan, mereka tetap tampil memukau,” ujar Toya Adsnyana.

Parade gebogan ini menempuh rute mengelilingi areal DTW Tanah Lot, dengan start dari jalur tengah DTW Tanah Lot menuju Parkir Laba Pura Tanah Lot. Di sini, mereka melakukan atraksi salam penghormatan kepada tamu VIP, termasuk Bupati Tabanan Putu Eka Wiryastuti, Ketua DPRD Tabanan Ketut Boping Suryadi, undangan dari provinsi, pimpinan OPD Pemkab Tabanan, dan tokoh masyarakat.

Usai agtraksi pemberian penghotmatan epada undangan VIP, parade gebogan kemudian bergerak melintasi areal Pura Enjung Galuh, lalu Pura Jero Kandang, dan Pura Pengayatan Tanah Lot. Terkhir, menuju jalur utama hingga finish di depan Hotel dan Resto Dewi Sinta. "Kira-kira, peserta parade berjalan 1 kilometer," jelas Toya Adnyana.

Sementara itu, Bupati Eka Wiryastuti menyatakan, event Tanah Lot Kreatifood and Art Festival ini akan diajadikan agenda rutun tahunan. Event ini penting sebagai ajang mempromisikan wisata DTW Tanah Lot, khususnya wisata kulinernya. “Ini nanti akan digeklar rutun setiap tahun,” jelas Bupati Eka Wiryastuti. *d

Komentar