nusabali

Gaya Hidup Pengaruhi Siswa DO

  • www.nusabali.com-gaya-hidup-pengaruhi-siswa-do

SINGARAJA, NusaBali - Posko Drop Out (DO) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng sampai saat ini masih terus bergerak melakukan pendataan.

Anak-anak yang telah tamat SD dan memilih tidak melanjutkan ke jenjang SMP, diupayakan untuk ditarik kembali ke sekolah kesetaraan.

Data sementara Disdikpora Buleleng jumlah siswa DO yang ditemukan tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP sebanyak 32 orang. Jumlah tersebut tersebar di 7 kecamatan di Buleleng. Terbanyak di Kecamatan Seririt sebanyak 12 orang, 7 orang di Kecamatan Gerokgak, 5 orang di Kecamatan Banjar, 3 orang di Kecamatan Banjar, 2 orang masing-masing di Kecamatan Kubutambahan dan Busungbiu serta 1 orang di Kecamatan Sawan.  Namun data ini masih terus bergerak karena tim DO di masing-masing kecamatan masih terus bergerak.

Sekretaris Disdikpora Buleleng Ida Bagus Gde Surya Bharata Minggu (10/9) kemarin mengungkapkan dari 32 orang yang tidak melanjutkan didominasi karena alasan tidak berminat dan telah bekerja. Selain juga ada yang tidak punya biaya, sakit, disabilitas, meninggal dunia, menunda melanjutkan tahun depan hingga tidak punya Kepala Keluarga (KK).

“Beberapa kasus yang ditemukan anak-anak yang tidak melanjutkan mereka sudah ada di zona nyaman bekerja. Mereka memang sudah minat melanjutkan dan memilih bekerja untuk mendapatkan uang. Bahkan ada juga yang sudah bisa cicil handphone mahal,” kata Surya Bharata.

Penanganan anak DO di Buleleng terus diupayakan agar mau kembali ke sekolah. Minimal mereka mau melanjutkan ke sekolah kejar paket yang memiliki waktu belajar lebih fleksibel. Pendekatan siswa DO juga dilakukan bersama sekolah yang menamatkan dan juga pemerintah desa di tempat tinggalnya. Penuntasan masalah Wajib Belajar (WAJAR) ini disebutnya menjadi tanggungjawab bersama. Terutama untuk membujuk anak-anak yang putus sekolah karena sudah tidak ada minat melanjutkan sekolah.

“Kalau yang tidak punya bisa diupayakan melalui donasi dari masyarakat dan CSR perusahaan. Ini khusus menyasar warga tidak mampu untuk bantuan uang saku dan ongkos angkot. Kalau biaya personal seperti pakaian dan alat tulis diupayakan melalui beasiswa PIP (Program Indonesia Pintar),” imbuh Surya Bharata.

Sementara itu data tamatan SD/MI di Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2023/2024 tercatat sebanyak 11.485 siswa. Sebanyak 11.223 siswa telah diterima di SMP/MTs di Kabupaten Buleleng. Sedangkan 260 siswa masih dalam penjajakan.  Sebanyak 32 siswa diantaranya sudah terdeteksi tidak melanjutkan sisanya ada yang melanjutkan ke luar Buleleng, bahkan ada  ke Pondok Pesantren di luar Provinsi Bali. 7k23

Komentar