nusabali

Groundbreaking PUN Dilakukan Akhir Pekan Ini

  • www.nusabali.com-groundbreaking-pun-dilakukan-akhir-pekan-ini
  • www.nusabali.com-groundbreaking-pun-dilakukan-akhir-pekan-ini

NEGARA, NusaBali - Pelaksanaan groundbreaking atau peletakan batu pertama revitalisasi Pasar Umum Negara (PUN) di Kelurahan Pendem, Kecamatan/Kabupaten Jembrana, rencananya akan dilaksanakan pada Sabtu (9/9) mendatang. Sementara itu, untuk pembongkaran bangunan di PUN ditargetkan rampung pada Rabu (6/9).

Dari pantauan NusaBali, Minggu (3/9), sejumlah alat berat masih dikerahkan untuk melakukan pembongkaran bangunan PUN. Ada beberapa bangunan kios berlantai II di depan atau sebelah selatan dan sebelah barat areal pasar umum yang belum selesai dibongkar. Selain itu, di tengah-tengah areal pasar tampak masih berdiri beberapa bangunan palinggih termasuk dua bangunan Pura Melanting yang masing-masing berada di bekas areal pasar swadaya dan bekas areal pasar umum.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jembrana I Komang Wiasa saat ditemui memantau proses pembongkaran bangunan PUN, Minggu kemarin, mengatakan, pembongkaran termasuk pembersihan puing-puing bangunan di PUN ini ditagetkan rampung pada Rabu (6/9) mendatang. Saat ini, sambil melakukan pembongkaran, juga sudah dilakukan pembersihan oleh pihak rekanan yang mengambil pembongkaran gedung PUN ini. "Target tanggal 6 sudah selesai.

Perumahan Rakyat (PUPR) untuk melaksanakan groundbreaking revitalisasi PUN ini pada Rabu (6/9). Namun rencana itu diundur dan dipilih pelaksanaan groundbreaking dengan mencari hari baik pada Saniscara Pon Pahang, Sabtu (9/9). "Nanti tanggal 8 September juga ada kunjungan dari Komisi V DPR RI bersama Kementerian PUPR untuk melihat terkait rencana dimulainya revitalisasi PUN ini," ujar Wiasa. 

Dalam proses pembongkaran bangunan PUN ini, Wiasa mengaku, belum sampai menyentuh bangunan Pura Melanting yang ada di bekas areal pasar swadaya maupun bekas areal pasar umum. Namun untuk sejumlah bangunan palinggih di luar Pura Melanting yang jumlahnya diketahui mencapai sebanyak 18 bangunan, dipastikan akan segera dibongkar. 

Untuk kesiapan pembongkaran 18 palinggih yang tersebar di PUN itu, sudah dilakukan prosesi nuntun lingga ke Pura Melanting yang ada di pasar swadaya pada Saniscara Umanis Pujut, Sabtu (2/9). "Semua kita tuntun ke Pura Melanting yang berada di bucu kaja-kangin (pojok timur laut areal PUN atau di Pura Melanting bekas areal pasar swadaya)," kata Wiasa.Sesuai rancangan desain revitalisasi PUN, Wiasa mengaku, ada rencana membuat satu Pura Melanting yang berlokasi tepat di bucu kaja-kangin. Namun saat ini, pihaknya juga masih membiarkan bangunan Pura Melanting yang berada di bekas areal pasar umum. 

Sedangkan untuk memutuskan apakah nantinya tetap perlu dibuatkan dua Pura Melanting atau cukup satu Pura Melanting di PUN, masih akan dimintakan petunjuk melalui paruman sulinggih. "Nanti paruman sulinggih yang menentukan. Tetapi untuk sekarang, Pura Melanting yang di pasar umum masih kita biarkan," ujarnya. 

Wiasa mengaku, dalam rencana revitalisasi PUN ini, nantinya seluruh aset akan dinolkan. Kemudian seluruh bangunan di pasar, termasuk Pura Melanting akan dibuatkan pemerintah. Dengan demikian, terkait perawatan bangunan termasuk kebutuhan odalan di Pura Melanting PUN ini bisa ditanggung pemerintah. 

"Kalau menjadi aset pemerintah, ke depan kita bisa menyiapkan odalan. Jadi tidak ada lagi urunan swadaya. Pedagang cukup jualan dan berpikir agar bisnisnya lebih maju," ucap Wiasa. 7ode

Komentar