nusabali

Warga Tonja Keluhkan Air Mati Setiap Pekan

  • www.nusabali.com-warga-tonja-keluhkan-air-mati-setiap-pekan

Warga di Kecamatan Denpasar Timur dan Denpasar Utara kembali mengeluhkan air PDAM Kota Denpasar yang kerap mati setiap jam krodit.

DENPASAR, NusaBali

Warga yang merasakan dampaknya harus berusaha mencari air ke sumur terdekat untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga mereka. Kendati air mati setiap minggunya namun mereka menginginkan PDAM segera menindaklanjuti keluhan warga tersebut. Pasalnya, warga yang menelpon ke nomor PDAM mengaku tidak pernah direspon apalagi tindak lanjut yang diberikan dengan permasalahan tersebut.

Salah seorang warga yang tinggal di wilayah Kelurahan Tonja, Kadek Heri, 40, saat ditemui, Selasa (4/7) mengatakan, air mati rutin pada setiap pekannya, padahal menurutnya, dirinya dan warga lainnya merupakan pelanggan PDAM yang membayar kewajiban tepat waktu.

Namun menurutnya, pelayanan yang diberikan tidak sesuai dengan ketaatan warga membayar air setiap bulannya. "Bukannya pelayanan yang baik kita terima malah buruk seperti ini. Bukan hanya saya tapi semua warga yang mengeluhkan hal ini. Bukan hanya sekali dua kali, tetapi berkali-kali setiap minggu," keluhnya.

Sementara, kata Heri, warga sangat memerlukan air setiap harinya untuk mencuci perabotan rumah tangga dan mandi menjelang anak-anaknya sekolah dan bekerja. Dengan air yang selalu tersendat membuat Heri harus meminta air ke tetangganya yang memiliki sumur bor setiap minggunya. "Saya sampai meminta air ke tetangga untuk kami pakai mandi dan kebutuhan lainnya. Kami malu harus terus meminta, kami harap PDAM Kota Denpasar melakukan langkah untuk memberikan kenyamanan pada pelanggannya paling tidak kelancaran air yang keluar seperti kita membayar air tiap bulannya," ujarnya kesal.

Sementara itu, Direktur Utama PDAM Kota Denpasar, Ida Bagus Gede Arsana tidak menyangkal dengan kondisi tersebut. Menurutnya, matinya air rutin setiap Selasa, namun itu bukan merupakan akibat dari PDAM sendiri melainkan ada penggelontoran dari Dinas PU yang dilakukan setiap minggunya sehingga mau tidak mau air harus ditutup sementara. Namun menurut Arsana itu tidak dilakukan lama hanya sampai sekitar pukul 11.00 Wita. "Iya, memang setiap hari Selasa kalau gak salah itu dilakukan penggelontoran oleh Dinas PU. Dan pengurasan sehingga pengaliran terganggu," ujarnya.

Maka dari itu menurut Arsana, pihaknya sudah mengusulkan ke pihak PU Provinsi Bali untuk membuatkan bendungan agar pengaliran air PDAM tidak mendapatkan imbasnya sehingga pengaliran ke wilayah Utara tetap lancar. "Kami sudah usulkan ada bendungan dan sudah diajukan usulannya ke Provinsi Bali agar pengaliran kami tidak terganggu. Dan itu kami tekankan paling tidak tahun 2018 sudah terealisasi karena selama ini yang menjadi kendala pengaliran adalah saat setiap dilakukan penggelontoran yang dilakukan Dinas PU," tandasnya. *cr63

Komentar