nusabali

SMP Swasta Terancam Tutup

  • www.nusabali.com-smp-swasta-terancam-tutup

Jumlah siswa yang mendaftar di SMP Harapan sebanyak 6 orang dan di SMP Saraswati 42 orang. Siswa yang telah mendaftar dikhawatirkan pindah ke SMP negeri.

TABANAN, NusaBali

Aturan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2017/2018 sempat menjadi angin sorga bagi sekolah swasta di Tabanan. Dengan aturan zonasi memunculkan harapan akan mendapat siswa cukup banyak. Setelah aturan PPDB dilabrak lagi dengan penerimaan siswa tambahan di SMPN 1 Tabanan, SMPN 2 Tabanan, dan SMPN 3 Tabanan, SMP swasta di Tabanan terancam gulung tikar lagi.

SMP Harapan salah satunya yang berharap besar kebagian siswa cukup banyak dengan aturan zonasi PPDB tahun ajaran 2017/2018. SMP Harapan yang pilih tutup karena pada tahun ajaran 2015/2016 dan 2016/2017 tak kebagian siswa menyambut gembira aturan zonasi PPDB. Terbukti pihak yayasan telah buat brosur, pasang baliho penerimaan siswa baru, perbaiki kelas dan menata halaman sekolah. SMP Harapan siap menamping 100 siswa.

Ketua Yayasan Harapan Bangsa, Ida Bagus Nuaba, 82, menjelaskan pihaknya kembali lagi membuka pendaftaran setelah mendapat perintah dari Kepala Dinas Pendidikan Tabanan, I Wayan Adnyana. “Aturan zonasi menyebabkan banyak siswa yang nantinya tidak tertampung di SMP negeri. Maka kami diperintahkan membuka SMP Harapan kembali,” ujar Nuaba saat ditemui di SMP Harapan, Senin (3/7).

Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan guru yayasan yang jumlahnya 10 orang. Jika banyak menerima siswa, mereka diminta mengajar kembali. Namun hingga Selasa (4/7), hanya ada 6 siswa yang mendaftar. Jika jumlah siswa tak bertambah, maka akan dikoordinasikan kembali dengan Dinas Pendidikan Tabanan. Sebab tidak mungkin yayasan mengajarkan siswa hanya 6 orang.

Nuaba menceritakan, SMP Harapan berdiri pada tahun 1970. Saat itu adalah puncak keemasan SMP Harapan yang menerima siswa hingga 8 kelas. Pada tahun 2010, kejayaan SMP Harapan mulai meredup gara-gara sertifikasi. Banyak guru saat itu bingung mencari jam mengajar, sehingga timbul ide setiap sekolah memberlakukan double shif. “Mulai saat itulah kami tidak kebagian siswa, sekolah negeri membuka jam belajar kelas siang,” jelasnya. SMP Harapan akhirnya tutup karena tidak dapat siswa pada tahun ajaran 2015/2016 dan tahun ajaran 2016/2017.

Kepala SMP Saraswati Tabanan, I Made Sugita awalnya juga sumringah dengan aturan zonasi PPDB. Sebab jika aturan itu dilaksanakan peluang bagus bagi SMP swasta. Munculnya isu penambahan penerimaan siswa di SMPN 1 Tabanan, SMPN 2 Tabanan, dan SMPN 3 Tabanan membuatnya khawatir lagi. Sebab siswa yang sudah mendaftar di SMP Saraswati akan kabur lagi ke SMP negeri seperti pengalaman tahun-tahun sebelumnya. “Sampai hari hari sudah ada 42 siswa yang daftar di SMP Saraswati Tabanan,” ungkap Sugita, Selasa kemarin.

Seperti pemberitaan sebelumnya, SMPN 1 Tabanan menerima tambahan 92 siswa lagi. Dua ruangan laboratorium akan diubah menjadi ruangan kelas untuk menampung siswa titipan itu. Demikian pula di SMPN 2 Tabanan menambah tiga kelas lagi. Semestinya SMPN 2 Tabanan menerima 233 siswa dari jalur reguler 183, jalur prestasi 18 orang, dan jalur miskin 32 orang. Hanya saja Kepala SMPN 2 Tabanan, I Putu Suartika enggan membeberkan jumlah siswa titipan yang diterimanya.

Sementara Kepala SMPN 3 Tabanan, I Made Sandiarta mengatakan akan menerima 34 siswa lagi. Semestinya menerima 160 siswa, dari jalur reguler 112 orang, jalur prestasi 16 orang, dan jalur miskin 32 orang. “Kami belum bisa terima, masih kami kordinasikan dengan pak Kadis,” ujar Sandiartha. Adanya tambahan 34 siswa ini, SMPN 3 Harapan akan melaksanakan double shift. *d

Komentar