nusabali

PUPR: Lebih Baik Tak Makan daripada Tak Minum

Petani Diminta Hemat Air

  • www.nusabali.com-pupr-lebih-baik-tak-makan-daripada-tak-minum

JAKARTA, NusaBali - Fenomena El Nino berpotensi mendatangkan kekeringan ekstrem di sejumlah wilayah di Tanah Air. Untuk mengantisipasi kondisi ini, pemerintah mengimbau masyarakat menghemat air.

Plt Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan rakyat (PUPR) Jarot Widyoko mengatakan, masyarakat diimbau lebih mengutamakan pemanfaatan air untuk minum dibandingkan dengan aktivitas lainnya seperti bertani. Hal ini dirasa perlu dilakukan mengingat ketersediaan air yang semakin terbatas.

"Jadi kami harapkan koordinasi yang erat untuk meminimalisir pemanfaatan air, kalau misalnya diprioritaskan untuk air minum. Irigasi dengan air minum, duluan mana yang harus diprioritaskan? Adalah air minum," kata Jarot dalam acara FGD Antisipasi Menghadapi Musim Kemarau dan Bencana Kekeringan, di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta Selatan, seperti dilansir detikcom, Senin (7/8).

Jarot mengatakan, sepanjang tahun ini pihaknya telah menyiapkan 223 bendungan dengan total volume air 6,7 miliar m3 dan volume pemanfaatan air 4,37 miliar m3. Namun, semakin lama bendungan tersebut mengering sehingga pemanfaatan air harus diatur dengan baik.

"Koordinasi dengan teman-teman pertanian, masyarakat untuk meminimalisir pemanfaatan air sehingga mulai dari sistem penggolongan, sistem tanamnya apa yang akan ditanam, ini kita koordinasikan sehingga bencana kekeringan dapat terlampaui dengan baik," katanya.

"Di tingkat lapangan, harus bisa memutuskan lebih baik prioritasnya, lebih baik tidak makan daripada tidak minum. Jadi pembuat keputusan ada langsung di lapangan," tambahnya.

Di sisi lain, pihaknya sangat mengapresiasi prediksi yang dibuat oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memproyeksikan fenomena alam ini sehingga pihaknya dapat mengambil sejumlah langkah antisipasi dalam menghadapi EL Nino dari bulan Agustus sampai Oktober.

Selain bendungan, Kementerian PUPR juga menyiapkan 332 situ dengan volume efektif 60,02 juta m3 dan volume pemanfaatan 48 juta m3. Menyangkut situ yang belum memiliki pintu, Jarot mengatakan pihaknya akan menyiapkan mobil pompa untuk mengambil airnya.

Tak hanya itu, saat ini Indonesia juga memiliki 3.464 embung dengan volume yang dapat dimanfaatkan 170,56 juta m3. Selanjutnya ada 114 danau yang tersebar se-Indonesia, dengan volume yang dapat dimanfaatkan 17,47 miliar m3. Lalu 8.213 sumur bor telah tersedia dengan kapasitas 72,02 m3/detik.

"Yang kami alokasikan pertama ada rehabilitasi, pemeliharaan untuk sumur-sumur yang ada, lalu pengaturan bendungan-bendungan embung untuk pintunya, dan yang ketiga kalau sudah kepepet tidak ada jetnya, air juga sudah kering, kami koordinasi dengan teman-teman (Ditjen) Cipta Karya dan pemerintah provinsi dan daerah, mengedrop air, tangki-tangki air," pungkasnya. 7

Komentar