nusabali

WBP Lapas Narkotika Bangli Dapat Edukasi Pembuatan Produk Turunan Eco-Enzyme

  • www.nusabali.com-wbp-lapas-narkotika-bangli-dapat-edukasi-pembuatan-produk-turunan-eco-enzyme
  • www.nusabali.com-wbp-lapas-narkotika-bangli-dapat-edukasi-pembuatan-produk-turunan-eco-enzyme
  • www.nusabali.com-wbp-lapas-narkotika-bangli-dapat-edukasi-pembuatan-produk-turunan-eco-enzyme

BANGLI, NusaBali.com – Komunitas Bersih-Bersih Bali dan Enzyme Bakti Indonesia memberikan edukasi pembuatan produk turunan eco enzyme kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Narkotika Bangli di Ruang Bimbingan Kerja Lapas Narkotika Kelas IIA Bangli pada Rabu (26/7/2023).

Sebanyak 30 orang WBP tersebut dibekali ilmu terkait cara pembuatan sabun batang, minuman soda lemon dan detox kaki dari bahan eco enzyme atau lebih dikenal dengan enzim sampah yang merupakan cairan serbaguna tanpa bahan kimia hasil fermentasi dari sampah organik.

Narasumber dari Komunitas Bersih-Bersih Bali dan Enzyme Bakti Indonesia, Ni Wayan Yuli Eka Yani menerangkan pihaknya kali ini memberikan edukasi mengenai pengaplikasian eco enzyme di kebun sayuran sebagai pupuk organik. Lebih lanjut diterangkan, ia juga dibantu oleh ketiga rekannya yaitu Gus Norma, Banez dan Made Dana.

Yuli menilai, eco enzyme merupakan bahan yang aman bagi lingkungan sehingga dapat mengurangi problematika limbah sampah organik rumah tangga. Selain itu ia percaya bahwa eco enzyme terbebas dari bahan kimia, yang mudah terurai dan lembut di tangan.

“Saya sudah membuktikan sendiri bagaimana manfaat dari eco enzyme ini. Sehingga kami tergerak untuk memberikan pemahaman dan berbagi pengalaman di sini. Kami berharap melalui kegiatan ini nantinya bisa bermanfaat bagi banyak orang,” ujar Yuli pada Rabu (26/7/2023).

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Lapas Narkotika Bangli, Agus Pritiatno pun turut mengapresiasi niat baik yang disampaikan oleh Komunitas Bersih-Bersih Bali dan Enzyme Bakti Indonesia. Pritiatno mengharapkan apa yang disampaikan oleh teman-teman dari Komunitas dapat diterima dengan baik oleh para WBP. Ia pun berharap setelah selesai menjalani masa pidana nanti, para WBP dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Minimal di lingkungan mereka masing-masing, jadilah motor-motor penggerak dalam menjaga kelestarian lingkungan khususnya dalam pemanfaatan eco enzyme karena di sini mereka sudah diberikan ilmunya,” ujar Pritiatno.

Selaras dengan hal tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali, Anggiat Napitupulu juga sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurut Anggiat, dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatkan produktivitas dari WBP.

"Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi WBP Lapas Narkotika Kelas IIA Bangli dan juga bagi lingkungan. Selain WBP mendapatkan bekal ilmu, limbah dari sisa makanan mentah seperti buah dan sayur juga dapat dimanfaatkan sehingga mengurangi volume sampah di lingkungan Lapas Narkotika Kelas IIA Bangli. Saya juga berharap dengan adanya pelatihan ini dapat meningkatkan produktivitas dari WBP," tutupnya. *ris

Komentar