nusabali

Guru SMPN 3 Selat Terbitkan Antologi Puisi

  • www.nusabali.com-guru-smpn-3-selat-terbitkan-antologi-puisi

AMLAPURA, NusaBali - Guru Bahasa Indonesia SMPN 3 Selat, Kecamatan Selat, Karangasem, yang juga penulis puisi, Ni Nengah Ariati, kembali menerbitkan antologi puisi.

Dia membukukan 44 puisi berjudul Tarian Musim. Tahun 2019, Ariati menerbitkan antologi puisi berjudul Kepak Sayap Merpati tahun 2019.

Puisi - puisinya juga dimuat dalam 11 buku antologi puisi karya bersama. Antologi puisi Tarian Musim berasal dari 11 bionarasi (riwayat hidup yang tertuang dalam bentuk teks hingga membentuk sebuah narasi). Ariati memaparkan hal itu di ruang kerjanya, SMPN 3 Selat, Banjar Geriana Kangin, Desa Duda Utara, Kecamatan Selat, Karangasem, Senin (17/7).

Dalam antologi puisi itu, dia mendapatkan inspirasi kebanyakan dari dua daerah, yakni Jogjakarta dan Bali. Temanya mengenai lingkungan social dan alam. Dari dua wilayah itu, Ariati memperhatikan terjadi pergantian musim, tak ubahnya seperti tarian. Pada akhirnya mencapai titik kulminasi karyanya hingga memutuskan antologi puisinya berjudul Tarian Musim.

"Ini puisi Tarian Musim, sebagai ilustrasi, mewakili dari semua puisi yang terdapat dalam antologi puisi ini," jelas pendidik dari Banjar Jangu, Desa Duda, Kecamatan Selat ini.

Dia adalah alumnus FKIP Jurusan Bahasa dan Sastra Universitas Mahasaraswati Denpasar 1988, dan pascasarjana Undiksha Singaraja 2014. Dia berpendapat,  menulis semua peristiwa ke dalam puisi, bukanlah semata-mata memindahkan ke dalam kata. ‘’Sedapat mungkin mampu menjiwai ke dalam spiritualitas pribadi,’’ jelasnya.

Beberapa karya puisi di buku itu, Mailoboro di Malam Hari, Di Kaki Tugu Jogja, Pesisir Buitan, Jogja Pagi Hari, Hujan Tawarkan Pelangi, Duka Cianjur, Puputan Margarana, dan lain-lain.

Sebelumnya, dia telah menulis 11 antologi puisi bersama, memuat karya puisi bersama berjudul, Angkatan Millennial, Suara Penyair Mencatat Ingatan, Seribu Tahun Lagi, Upacara Tanah Puisi, Puisi Budaya Indonesia Spanyol, Penyair Membaca Pahlawan, Jejak Merdeka, Kado untuk Ibunda, Ketika dalam Keheningan, Manakala Hujan Mengilhami, dan Jakarta Betawi. 

"Saya telah menulis dua buku antologi puisi, di antaranya Tarian Musim ini," lanjut bujangan, putri bungsu dari tiga bersaudara, dari pasangan I Nyoman Nuragia - Ni Nyoman Sayang.

Antologi puisi Ariati sebelumnya berjudul Kepak Sayap Merpati tahun 2019. "Saya akan berupaya terus berkarya, untuk memotivasi siswa," jelas guru SMPN 3 Selat sejak 2010 ini.k16

Komentar