nusabali

Disbud Badung Gelar Pelatihan Nyurat Lontar

Diikuti Generasi Muda, Lestarikan Nilai-nilai Budaya Bali

  • www.nusabali.com-disbud-badung-gelar-pelatihan-nyurat-lontar
  • www.nusabali.com-disbud-badung-gelar-pelatihan-nyurat-lontar
  • www.nusabali.com-disbud-badung-gelar-pelatihan-nyurat-lontar

MANGUPURA, NusaBali - Dinas Kebudayan (Disbud) Badung menggelar pelatihan nyurat lontar bagi generasi muda. Kegiatan ini sebagai bentuk komitmen Pemkab Badung untuk terus mempertahankan dan melestarikan nilai-nilai budaya Bali.

Pelatihan nyurat lontar ini digelar di tiga sekolah di Badung. Untuk kegiatan pertama, pelatihan digelar di SMPN 5 Abiansemal, yang dibuka Rabu (12/7). Sementara untuk dua kegiatan lain, akan digelar di SMPN 2 Kuta Utara dan ditutup di SMPN 2 Abiansemal. Untuk jumlah peserta dari masing-masing sekolah diwakili sebanyak 40 orang.

Kadisbud Badung Gde Eka Sudarwitha, mengatakan kegiatan ini merupakan program Disbud yang selaras dengan program dari Bupati Badung, sesuai dengan Undang-Undang No 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Termasuk selaras dengan kebijakan Gubernur Bali.

Dipilihnya media lontar, menurut Sudarwitha, sebagai upaya pelestarian budaya Bali, sehingga ke depan bisa lebih berkembang lagi. Kegiatan ini digelar dengan harapan agar ke depan bisa menjadi pelajaran muatan lokal, sehingga bersifat pelajaran bukan pelatihan, agar ini bisa selaras dengan visi misi Bupati Badung dan Gubernur Bali sebagai upaya pemajuan budaya.

"Tahun Ini digelar di tiga sekolah saja. Namun untuk tahun-tahun berikutnya akan terus dikembangkan ke seluruh sekolah. Termasuk juga pengembangan pelestarian budaya lain. Kita harapkan ke depan ini bisa menjadi pelajaran muatan lokal di Badung," ujar Sudarwitha saat dikonfirmasi, Kamis (13/7).


Sementara itu Koordinator Tim Pelatih Nyurat Lontar I Ketut Sudarsana, mengatakan kegiatan ini merupakan program dari Disbud Badung yang tahun ini digelar di tiga sekolah. Kegiatan ini, kata dia, merupakan upaya untuk melestarikan warisan budaya leluhur.

"Pengembangan aksara Bali ke depan sangat penting sekali dilestarikan. Karena semua ajaran (Hindu) yang ada di Bali khususnya, itu tersurat di dalam daun lontar. Kalau ini tidak bisa dilestarikan, berarti naskah-naskah kuno yang ada di masing-masing masyarakat akan menjadi barang yang tidak bermanfaat," ujarnya.

Kepala SMPN 5 Abiansemal I Made Suradana, memberikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan nyurat lontar yang diselenggarakan Disbud Badung.

"Pada intinya kegiatan ini sangat positif. Semoga kegiatan seperti ini bisa digelar berkelanjutan. Kami berharap murid-murid kami bisa mengembangkan kompetensi mereka, sehingga bisa menjadi juara dalam setiap kegiatan lomba yang digelar," harapnya. @ ind

Komentar