nusabali

Maksimalkan Peran Tisira untuk Cegah Rabies

  • www.nusabali.com-maksimalkan-peran-tisira-untuk-cegah-rabies

SINGARAJA, NusaBali - Peran Tim Siaga Rabies (Tisira) perlu dimaksimalkan dalam upaya pencegahan dan penanganan kasus rabies di Kabupaten Buleleng.

Tim ini berperan mengedukasi terkait bahaya rabies dan penanganannya kepada masyarakat. Relawan Tisira juga membantu petugas dinas mendata dan melakukan vaksinasi anjing.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng, Made Sumiarta mengatakan, hingga saat ini sudah 145 desa dan kelurahan yang membentuk Tisira dari total 148 desa/kelurahan di Buleleng. Adapun 129 desa di Buleleng seluruhnya sudah membentuk Tisira. Masih ada 3 kelurahan yang belum. Pihaknya berharap akhir Juli ini seluruh desa/kelurahan di Buleleng sudah memiliki Tisira.

Dinas Pertanian sendiri telah membuat percontohan Tisira di wilayah Kecamatan Banjar. Keberadaan Tisira ini dianggap efektif dalam pencegahan dan penanganan ranies. Sosialisasi bahaya serta penanganan rabies gencar dan rutin dilaksanakan oleh relawan Tisira untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya rabies.

Dengan begitu kendati masih ada kasus gigitan, penanganan dapat lebih cepat dilakukan karena kesadaran masyarakat sudah tinggi. Mereka langsung melapor ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan vaksin anti rabies (VAR) sehingga tidak sampai menimbulkan kasus kematian akibat gigitan anjing.

"Idealnya Tisira di tiap desa atau kelurahan beranggotakan lima orang. Tim ini bertugas mendata hewan peliharaan penular rabies seperti anjing maupun kucing milik masyarakat yang ada di wilayahnya. Selain itu juga untuk membantu pemerintah dalam mengedukasi masyarakat terkait bahaya rabies dan penanganannya," jelas Sumiarta, Minggu (2/7).

Pihaknya bahkan berencana akan memberikan pelatihan kepada Tisira terkait cara memvaksin anjing maupun kucing untuk membantu petugas vaksin. Sebab petugas vaksinasi yang dimiliki oleh Dinas Pertanian Buleleng masih terbatas. Dinas Pertanian hanya memiliki 20 petugas dokter hewan, yang disebar di 9 kecamatan yang ada di Buleleng.

Dengan minimnya vaksinator ini, progres vaksinasi terhadap Hewan Penular Rabies (HPR) pun saat ini baru mencapai 49 persen. Atau baru dapat dilakukan kepada 39 ekor anjing maupun kucing, dari total populasi sekitar 80 ribu ekor.

"Untuk mencapai angka 100 persen, kami target bisa dilakukan sampai akhir tahun ini. Vaksin sudah diberikan oleh provinsi, jadi masing-masing kecamatan ada dua dokter hewan yang terus bergerak untuk memberikan vaksin kepada anjing maupun kucing untuk mencegah rabies. Tisira ini juga akan dilatih untuk memvaksin," tandasnya.7mzk

Komentar