nusabali

22 Personel Basarnas Ikuti Simulasi, Evakuasi Korban Terjatuh dari Tebing

  • www.nusabali.com-22-personel-basarnas-ikuti-simulasi-evakuasi-korban-terjatuh-dari-tebing
  • www.nusabali.com-22-personel-basarnas-ikuti-simulasi-evakuasi-korban-terjatuh-dari-tebing

MANGUPURA, NusaBali - Sebanyak 22 petugas Basarnas Denpasar dikerahkan untuk mengevakuasi dua orang korban yang terjatuh dari atas tebing di kawasan Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, pada Jumat (23/6).

Upaya penanganan dua orang korban yang terjatuh tersebut bagian dari simulasi yang dilakukan Basarnas guna meningkatkan kemampuan petugas saat memberikan pertolongan pertama.

Kepala Basarnas Denpasar I Gede Darmada, mengatakan simulai ini diikuti sebanyak 22 petugas. Simulai menekankan kesiapsiagaan petugas, mulai dari penerimaan informasi, pengerahan tim, penyediaan alat hingga proses evakuasi.

“Jadi dalam simulasi ini petugas berupaya mengevakuasi dua korban yang terjatuh dari tebing. Setibanya di tempat kejadian, tim SAR melakukan briefing pembagian tugas dan kemudian personel bergegas menyiapkan peralatan evakuasi. Dua orang rescuer diturunkan ke bawah tebing untuk memberikan pertolongan pertama,” kata Darmada menceritakan proses simulasi.

“Dalam simulasi, satu korban dengan kondisi cukup parah dinaikkan ke atas tebing dengan menggunakan tandu. Sementara satu orang korban masih dalam kondisi cukup baik dan tidak memerlukan penanganan khusus,” imbuh Darmada.

Menurut dia, dalam proses simulai evakuasi korban yang terjatuh dari tebing ini dipraktikkan teknik lifting menggunakan mechanical accent system (MAS). Diakui, simulasi evakuasi berjalan lancar dan tidak ditemukan kendala.

Darmada mengapresiasi atas keseriusan seluruh personel dalam pelaksanaan latihan SAR ini. “Dalam bidang pencarian dan pertolongan memang menjadi tugas pokok Basarnas, maka harus betul dipahami teknisnya dan tahapan-tahapannya. Maka dari itu, untuk menjadi seorang personel yang terampil dan profesional salah satu kuncinya adalah dengan terus berlatih secara rutin,” katanya.

Dia berharap, para personel terus mempertahankan atau bahkan meningkatkan lagi skillnya. Dia juga berharap segala kekurangan agar dikoreksi dalam diri masing-masing petugas, semua individu harus memiliki peran, di mana penugasan di tim harus sudah jelas, sehingga hal-hal diperhatikan secara detail. “Jadi saat ada kejadian seperti itu, petugas sudah tahu semua langkah yang diambil,” tegas Darmada. 7 dar

Komentar