nusabali

Siswa SDN 12 Jimbaran Panen Eco Enzyme

  • www.nusabali.com-siswa-sdn-12-jimbaran-panen-eco-enzyme
  • www.nusabali.com-siswa-sdn-12-jimbaran-panen-eco-enzyme
  • www.nusabali.com-siswa-sdn-12-jimbaran-panen-eco-enzyme

MANGUPURA, NusaBali.com – Setelah hampir tiga bulan lamanya proses pembuatan, siswa siswi SDN 12 Jimbaran, Badung, Bali akhirnya memanen hasil eco enzyme dan memamerkannya pada Gelar Karya, Rabu (7/6/2023) pagi.

Kepala Sekolah SDN 12 Jimbaran, I Wayan Suyasa menerangkan cairan multifungsi itu dibuat oleh siswa siswi kelas V dan kelas VI. Hal itu bertujuan untuk mewujudkan misi sekolah yakni kegiatan peduli terhadap lingkungan.

“Jadi, bagaimana siswa bisa meningkatkan nilai gotong royong itu. Karena pembuatan eco enzyme ini melibatkan unsur siswa, guru, dan juga orangtua,” terang Wayan Suyasa saat ditemui di lokasi pada Rabu (7/6/2023) pagi.

Suyasa juga mengungkapkan, ini merupakan kali kedua anak didiknya membuat eco enzyme. Bedanya kali ini siswa siswinya memanen 10 liter eco enzyme.

Nantinya hasil pembuatan itu akan digunakan pupuk untuk tanaman di kebun sekolah dan dibawa pulang oleh para siswa.

“Kalau ada hasil eco enzyme yang gagal kami minta para siswa untuk jujur, karena pembuatan eco enzyme ini untuk mereka berproses dan mereka harus mengungkapkan hasil kesalahan itu,” tuturnya.

Ditemui dalam kesempatan yang sama, eiswi kelas VI, Anak Agung Dara Kalvika Sari Agustin menceritakan tidak ada kendala ataupun kesulitan dalam pembuatan eco enzyme.

Berbekal pengetahuan melalui internet dan bantuan para guru, ia mampu menyelesaikan tahap demi tahap pembuatan eco enzyme.

“Saya rasa tidak ada kesulitan selama proses pembuatan dan dalam proses pembuatan kami juga juga saling bantu sama teman-teman yang lain,” tuturnya.

Ditanya soal proses pembuatan, Dara pun terdengar lancar menjelaskannya. Tanpa banyak jeda, ia mengungkapkan satu persatu langkah pembuatan eco enzyme.

“Pertama air dimasukkan ke dalam jerigen, lalu kulit buah dan sayur dicuci bersih dan dipotong kecil-kecil. Lalu masukkan tiga atau seperempat gula merah yang telah dicairkan ke jerigen. Kemudian, diamkan selama 3 hingga 4 bulan, lalu siap untuk dipanen,” jelasnya.

Rekannya yang lain, Komang Ayu Elys Diah Marcia menjelaskan bahan apa saja yang sering mereka gunakan. Bahan pembuatan eco enzyme pun ia terangkan seperti kulit buah jeruk, pisang, semangka, dan sayur hijau. Bahan-bahan itu mereka dapatkan dari sisa makanan di rumah mereka.

“Kami paling banyak bawa kulit jeruk. Kalau manfaat eco enzyme ini sebagai pupuk dan penyubur tanaman,” tuturnya.

Tak hanya diimplementasikan di sekolah saja, Dara dan Elys mengaku mereka menerapkannya di rumah.

Berdasarkan praktik yang telah dilakukan di sekolah, mereka pun membuat eco enzyme di rumah masing-masing.

“Iya kami juga buat di rumah, supaya tanaman di rumah subur juga,” pungkasnya. *ris

Komentar