nusabali

KONI Ngotot Kirim ke Porprov

  • www.nusabali.com-koni-ngotot-kirim-ke-porprov

Pada prinsipnya KONI Denpasar tetap memberangkatkan atlet taekwondo ke Porprov di Gianyar. Apalagi ke-13 atlet itu mengantongi KTA dari KONI Bali sebagai syarat atlet tampil di Porprov. 

Kisruh TI Denpasar  

DENPASAR, NusaBali
KONI Kota Denpasar tetap ngotot mengirim dan mendaftarkan 13 atlet taekwondo ke ajang Porprov Bali XIII/2017 di Gianyar, September 2017. Kepastian itu diambil, karena bagi Kota Denpasar 13 atlet itu memiliki KTA KONI Card. 

"Intinya KONI Denpasar merasa keberatan pencabutan terhadap KTA mereka. Semuanya harus sesuai prosedur yang berlaku. Sebab Denpasar merasa dirugikan dan keberatan atas usulan pencabutan KTA atlet taekwondo Denpasar," ucap Humas KONI Denpasar, Dewa Gde Rai di Denpasar, Rabu (14/6).

Dengan begitu, Dewa Rai berharap agar KONI Bali mengambil langkah yang bijaksana, sehingga tidak sampai merugikan atlet dan pembinaan olahraga di daerah. 

"Awal terjadinya konflik di tubuh TI Denpasar karena persoalan internal. Dan, KONI Denpasar sebenarnya sudah meminta menyelsaikan sendiri kasusnya bahkan sudah pernah dimediasi," tutur Dewa Rai. 

Pada prinsipnya KONI Denpasar tetap memberangkatkan atlet taekwondo ke Porprov di Gianyar. Apalagi ke-13 atlet itu mengantongi KTA dari KONI Bali sebagai syarat atlet bisa tampil di Porprov. 

"Dulu sudah pernah dilakukan mediasi oleh Ketum KONI Denpasar. Antara kedua belah pihak dipertemukan. Dan, dalam hal ini KONI Denpasar bersikap netral dan jika bisa kami akan undang keduanya untuk didamaikan kembali. Asal Pengprov TI juga mempunyai keingian yang sama yaitu agar masalah ini selesai dengan damai dan tidak berlarut-larut," beber Dewa Rai.

Terus kenapa pengurus KONI hanya berkomunikasi dengan kubu Agung Suryawan? Dewa Rai berdalih sudah semua diajak komunikasi saat proses mediasi oleh KONI Kota Denpasar.

Pengkot TI Denpasar yang dibekukan  membentuk tim untuk mengikuti Porprov dan sudah mengikuti entry by class melalui KONI Denpasar dengan mengirimkan 13 atlet. Atlet tersebut, yakni Putu Oka Mahendra, Divayana, Julianto, Wahyudi, Bayu Satriya, Gede Eka Prasetya, Joy Indra, Rizky Rahayu, Putri Ayu, Mira Adelia, Nia Ananda, Putri Wiliantari, dan Dona Agnesia. Sedangkan yang menjadi tim pelatih yakni Tody Irawan, Dana Kristianda, dan Handoko. Dan, Manager Tim Kornelis Ratu dan Wayan Sriartha. *dek

Komentar