nusabali

Cok Rat Usul Nama Pahlawan untuk Tol Gilimanuk-Mengwi

Saat Bertemu Ketua Umum IKPN di Museum Bung Karno

  • www.nusabali.com-cok-rat-usul-nama-pahlawan-untuk-tol-gilimanuk-mengwi

DENPASAR, NusaBali - Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Made Agung (Pahlawan Puputan Badung) diusulkan menjadi nama Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi.

Adalah Panglingsir Puri Satria Denpasar, Anak Agung Ngurah Oka Ratmadi alias Cok Rat dan Ketua Yayasan Kepustakaan Bung Karno Shri IB Darmika Marhaen alias Gus Marhaen menyampaikan langsung usulan tersebut kepada Ketua Umum Ikatan Keluarga Pahlawan Nasional (IKPN) Saharto Sahardjo di Museum Bung Karno, Niti Mandala Denpasar, Jumat (5/5) sore.

Cok Rat yang merupakan cucu dari Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Made Agung (garis keturunan langsung) difasilitasi Gus Marhaen bertemu dalam waktu singkat dengan Saharto Sahardjo membahas usulan nama Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi agar segera maju ke pemerintah pusat. Saharto Sahardjo adalah anak dari Dr Sahardjo SH, sosok Pahlawan Nasional yang dikenal sebagai pakar hukum dengan jabatan Menteri Hukum dan HAM tiga periode pada Kabinet Kerja era pemerintahan Presiden Soekarno.

Dalam pertemuan dengan Ketum IKPN Saharto, Cok Rat menyampaikan I Gusti Ngurah Made Agung ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 116/TK/Tahun 2015. Keputusan tersebut ditandatangani Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan, Jakarta. Kata Cok Rat, sosok I Gusti Ngurah Made Agung yang dikenal sebagai Raja Badung 1902-1906 sebagai tokoh sentral dalam peristiwa Perang Puputan Badung 1906 melawan kolonial Belanda, dalam mempertahankan kedaulatan tanah air Kerajaan Badung dalam bingkai Nusantara. 

“Saya terima kasih kepada Ketua Umum IKPN yang telah datang ke Bali dan bersedia menerima usulan kami. Saya berharap agar Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Made Agung sebagai nama Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi diteruskan kepada pemerintah pusat,” ujar mantan Ketua DPRD Bali ini. Mewakili keluarga besar Pahlawan Nasional I Gusti  Ngurah Made Agung, Cok Rat berharap usulan pemberian nama Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi bisa menjadi energi, menumbuhkan nilai-nilai kepahlawan dan jiwa ksatria dalam mempertahankan kedaulatan Negara, maupun menjalani kehidupan berbangsa dalam konteks kekinian. “Nilai dan semangat Puputan Badung mempertahankan kedaulatan negara akan selalu dikenang para generasi kita,” ujar mantan Ketua DPD PDIP Bali yang menjabat Bupati Badung 2000-2005 ini.    

Sementara Gus Marhaen juga memberikan dukungan agar Pahlawan Nasional, I Gusti Ngurah Made Agung bisa menjadi nama Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi. Karena saat ini sosok I Gusti Ngurah Made Agung belum terpatri sebagai nama jalan di Kabupaten/Kota di Pulau Dewata. Gus Marhaen yang merupakan pendiri Yayasan Kepustakaan Bung Karno menegaskan, sebagai penghormatan kepada 200 Pahlawan Nasional di Indonesia, pihak Yayasan Kepustakaan Bung Karno siap mewakafkan/menghibahkan lantai 4 Gedung Museum Pancasila, Niti Mandala Denpasar sebagai pusat sejarah Pahlawan Nasional. 

“Di Gedung Pancasila kami akan buatkan relief dan penempatan 200 patung Pahlawan Nasional. Ini penghormatan kami kepada para pahlawan. Sebab ketika kita-kita ini tidak ada lagi nanti, generasi penerus kita mengetahui sosok para pahlawan yang mendirikan bangsa dan negara ini. Nilai-nilai kepahlawanan itu tidak akan pernah mati, dia kekal sepanjang masa. Ini persembahan yang tulus iklas dari kami,” ujar Gus Marhaen di hadapan Ketum IKPN Saharto.   

Gus Marhaen kemarin menyerahkan buku-buku Bung Karno kepada Ketum IKPN Saharto Sahardjo. Diantaranya Buku Indonesia Menggugat, Susunan Kabinet Kerja Bung Karno dan Penyambung Lidah Rakyat. Ketum IKPN Saharto Sahardjo mengatakan siap memfasilitasi usulan Cok Rat selaku keluarga Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Made Agung menjadi nama Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi. “Silahkan diusulkan dan kami siap memfasilitasi. IKPN sebagai jembatan ketika ada aspirasi terkait dengan 200 Pahlawan Nasional yang telah ditetapkan pemerintah. IKPN selalu dilibatkan oleh negara ketika ada usulan-usulan dan aspirasi dari daerah,” ujar Saharto.

Groundbreaking (peletakan batu pertama) pembangunan Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi yang juga diusulkan bernama Jalan Tol Jagat Kerthi Bali telah dilaksanakan di kawasan Persil Pekutatan, Banjar Pasar, Desa/Kecamatan Pekutatan, Jembrana pada, Sabtu 10 September 2022 lalu. Jalan tol ini dirancang sepanjang 96,21 kilometer, dan merupakan satu-satunya jalan tol yang pertamakali dibangun dengan tambahan fasilitas jalur sepeda. Trase jalan tol ini akan melewati 3 kabupaten, 13 kecamatan, dan 58 desa dengan estimasi biaya konstruksi sebesar Rp 24 triliun dan dikerjakan pelaksana yang berpengalaman. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono yang hadir dalam acara groundbreaking itu menargetkan pihak pelaksana merampungkan Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi atau Tol Jagat Kerthi Bali pada tahun 2025 mendatang. 7 nat 

Komentar